29 Juni 2026
Pasar saham Amerika Serikat melemah pekan lalu, terutama dipengaruhi oleh pelemahan di sektor teknologi berkapitalisasi besar. Kekhawatiran terhadap euforia berlebih dan valuasi di sektor teknologi menjadi perhatian utama di pasar. Selain itu Apple juga mengumumkan kenaikan harga produk dipengaruhi tingginya harga memori chip. Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap risiko inflasi harga barang elektronik yang dapat mempengaruhi permintaan industri secara keseluruhan. Di sisi lain, sentimen pasar tertopang oleh emiten produsen memori chip Micron yang melaporkan earnings dan proyeksi penjualan mengungguli ekspektasi pasar, mengindikasikan permintaan chip tetap kuat didukung siklus investasi AI. Sementara itu data inflasi AS tetap stabil, dengan PCE umum +0.4% MoM di Mei, lebih rendah dari ekspektasi 0.5%, dan PCE inti di +0.3% MoM sesuai dengan ekspektasi. Indeks S&P 500 ditutup turun -1.95% pekan lalu dan imbal hasil UST 10Y turun dari 4.45% ke 4.37%. Harga minyak Brent turun ke kisaran USD71 per barel seiring dengan perundingan damai AS - Iran.
Pasar saham kawasan Asia melemah dengan indeks MSCI Asia Pacific turun -4.06% pekan lalu dibayangi pelemahan sektor teknologi. Pasar saham Korea Selatan melemah terdalam (indeks Kospi -7.1%). Volatilitas tinggi di pasar Korea menjadi perhatian pasar, yang ditengarai dipengaruhi oleh tingginya partisipasi investor ritel dan trading menggunakan margin. Sementara itu salah satu produsen memori chip terbesar di dunia dari Korea Selatan, SK Hynix mengumumkan rencana IPO di bursa Amerika Serikat yang diperkirakan dapat meraup dana USD29 miliar, menjadi IPO terbesar kedua dalam sejarah. Pemerintah Jepang mengumumkan rencana investasi senilai USD2.3 triliun di sektor AI, semikonduktor, pertahanan, luar angkasa, dan perkapalan dalam periode 14 tahun.
Di domestik, MSCI kembali menunda keputusan review klasifikasi pasar modal Indonesia ke November 2026. Untuk saat ini MSCI mempertahankan status pasar modal Indonesia pada Emerging Market, namun dapat kembali mempertimbangkan potensi downgrade menjadi Frontier Market apabila reformasi pasar modal tidak menunjukkan kemajuan memadai. Badan Gizi Nasional dikabarkan akan kembali melakukan efisiensi anggaran MBG. Reuters melaporkan potensi pemangkasan anggaran MBG di kisaran IDR40 triliun hingga IDR50 triliun. MenKeu Purbaya menyatakan akan kembali injeksi dana SAL ke Himbara untuk menjaga likuiditas perbankan. Sebelumnya Kemenkeu menyatakan telah menarik SAL dari Himbara secara bertahap. IHSG melemah -4.55% pekan lalu dengan investor asing mencatat penjualan bersih IDR3.4 triliun. Indeks obligasi BINDO juga turun -021% dengan imbal hasil SBN 10Y naik dari 7.08% ke 7.16%. Rata-rata imbal hasil SRBI 12-bulan dalam lelang Jumat lalu di level 7.70%, turun dari akhir pekan sebelumnya di 7.74%.
IWH: Fokus utama The Fed untuk menjaga laju inflasi
Investment Weekly Highlights
IWH: Komunikasi kebijakan Indonesia dan kesepakatan geopolitik AS - Iran menopang pasar
Investment Weekly Highlights
Seeking Alpha Juni 2026: Mencari alpha di Asia Pasifik
Seeking Alpha