Skip to main content
Back

The Fed yang hawkish mengejutkan pasar

19 Desember 2022

 

​Pekan lalu

Pasar saham Amerika Serikat melemah pekan lalu setelah The Fed mengindikasikan bahwa suku bunga dapat bertahan lebih lama di level tinggi untuk melawan inflasi. Di rapat FOMC pekan lalu The Fed menaikkan suku bunga 50bps menjadi 4.50% sesuai dengan ekspektasi, namun mengejutkan pasar dengan menaikkan ekspektasi puncak suku bunga dan inflasi. Proyeksi The Fed memperkirakan puncak suku bunga di 5.1% di 2023, lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya di 4.6%. Proyeksi core PCE juga naik menjadi 3.5% dari sebelumnya 3.1%, yang mengindikasikan pandangan The Fed bahwa inflasi akan lebih persisten dan suku bunga lebih tinggi dibutuhkan untuk menahan inflasi. Bank sentral Eropa juga menaikkan suku bunga 75bps menjadi 2.0% dan menaikkan proyeksi inflasi untuk 2023. Indeks S&P 500 melemah 2.08% dan imbal hasil UST 10Y turun dari 3.58% menjadi 3.48%. 

Pasar saham kawasan Asia tidak luput dari pelemahan di pekan lalu dibayangi outlook The Fed yang lebih hawkish dari ekspektasi pasar. Pasar juga dibayangi kekhawatiran naiknya kasus Covid-19 di China setelah kebijakan pelonggaran dilakukan. Di sisi lain, pemerintah China menyatakan akan menyediakan stimulus fiskal dan moneter tambahan untuk mendukung dunia usaha dan perubahan fokus kebijakan dari kontrol Covid menjadi lebih holistik dengan memperhatikan pertumbuhan ekonomi. Indeks MSCI Asia Pacific melemah 1.65% pekan lalu. 

Di domestik, neraca perdagangan kembali mencetak surplus USD5.16 miliar di November, lebih tinggi dari ekspektasi USD4.3 miliar. Ekspor tumbuh 5.58% YoY dan impor turun -1.89% YoY. Pasar saham bergerak fluktuatif, namun berhasil ditutup positif 1.45% dengan sektor energi mencatat kinerja terbaik. Investor asing mencatat penjualan bersih IDR3.9 triliun di pasar saham. Pasar obligasi juga ditutup positif 0.23% pekan lalu dengan imbal hasil obligasi pemerintah 10Y turun dari 6.93% ke 6.89%. 

 

Pekan Ini

Pekan ini pasar akan memperhatikan data PCE Amerika Serikat untuk menganalisa kondisi inflasi terkini, terutama setelah komentar The Fed terkini yang mengindikasikan belum akan ada pivot kebijakan di 2023. PCE tahunan diperkirakan turun ke 5.5% dari sebelumnya 6.0%. Di domestik, pasar menantikan rapat Bank Indonesia, di mana konsensus memperkirakan BI menaikkan 25bps menjadi 5.50%, kenaikan lebih kecil dari sebelumnya.

 

 

Unduh Dokumen

 

 

  • IDB: Fed memberi sinyal penundaan penurunan suku bunga

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
  • Investment note: Tensi geopolitik Timur Tengah terkini

    Baca selengkapnya
  • IDB: Eskalasi konflik geopolitik & data ekonomi AS yang kuat membayangi pasar finansial global

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
Lihat semua


Pekan Ini

Pekan ini pasar akan memperhatikan data PCE Amerika Serikat untuk menganalisa kondisi inflasi terkini, terutama setelah komentar The Fed terkini yang mengindikasikan belum akan ada pivot kebijakan di 2023. PCE tahunan diperkirakan turun ke 5.5% dari sebelumnya 6.0%. Di domestik, pasar menantikan rapat Bank Indonesia, di mana konsensus memperkirakan BI menaikkan 25bps menjadi 5.50%, kenaikan lebih kecil dari sebelumnya. 

 

 

Unduh Dokumen

 

 

Waspada modus penipuan mengatasnamakan MAMI. Selengkapnya

View more

Waspada modus penipuan mengatasnamakan MAMI. Selengkapnya

View more
Confirm