Skip to main content
Back

The Fed tetap membuka potensi kenaikan suku bunga

13 November, 2023

​Pekan lalu​

 

Pasar global relatif positif pekan lalu didukung oleh optimisme inflasi AS akan melandai dan ekspektasi suku bunga The Fed sudah mencapai puncaknya. Namun Ketua The Fed Jerome Powell kembali mempengaruhi pasar dengan pernyataan bank sentral masih bisa menaikkan suku bunga lagi untuk menahan laju inflasi. The Fed belum yakin apakah tingkat suku bunga saat ini sudah cukup restriktif untuk menahan laju inflasi. Walau demikian, kinerja indeks saham AS berhasil ditutup positif pekan lalu didukung oleh penguatan di sektor teknologi, setelah laporan keuangan Q3 dari perusahaan teknologi yang dirilis pekan lalu lebih baik dari ekspektasi. Indeks S&P 500 ditutup naik 1.31% dan indeks Nasdaq menguat 2.37%. Sementara itu imbal hasil UST 10Y naik dari 4.57% ke 4.65%.

 

Pasar saham kawasan Asia bergerak fluktuatif pekan lalu dengan indeks MSCI Asia Pacific ditutup turun 0.53%. Data ekonomi China yang lemah membayangi sentimen pasar, di mana ekspor China turun lebih dalam dari perkiraan sebesar -6.4% YoY di Oktober yang menggarisbawahi rapuhnya pemulihan ekonomi China. Selain itu data inflasi CPI China menunjukkan deflasi -0.2% YoY dan PPI -2.6% YoY yang mengindikasikan aktivitas ekonomi masih lemah. Di sisi lain IMF menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi China untuk 2023 dan 2024 masing-masing menjadi 5.4% dan 4.6%, lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya 5% dan 4.2%, didukung oleh stimulus fiskal dan moneter dari pemerintah China.

 

Di pasar domestik, pertumbuhan PDB Indonesia turun ke level 4.94% YoY di Q3, dari 5.17% di Q2. Konsumsi pemerintah yang turun menjadi penyebab turunnya pertumbuhan PDB, karena efek pembayaran gaji ke-13 yang pindah dari Q3 ke Q2 di tahun ini. Selain faktor tersebut, komponen lain dalam PDB tetap stabil, dengan Konsumsi rumah tangga menjadi masih menjadi faktor pendorong dominan, dengan pertumbuhan sebesar 5.06% YoY. Sementara itu cadangan devisa di bulan Oktober turun menjadi USD133.10 miliar dari bulan sebelumnya USD134.90 miliar karena kebutuhan untuk stabilisasi Rupiah. IHSG ditutup naik 0.30% pekan lalu, dan investor asing mencatat penjualan bersih IDR2.1 triliun. Pasar obligasi juga ditutup positif 0.39% dengan imbal hasil SBN 10Y relatif stabil di 6.85%.


Pekan ini

Pekan ini pasar akan memperhatikan data inflasi The Fed, terutama setelah komentar dari Powell yang dipandang hawkish di akhir pekan lalu. Inflasi umum diperkirakan turun ke 3.3% YoY dari sebelumnya 3.7% karena turunnya harga energi dunia. Sementara itu inflasi inti diperkirakan tetap di 4.1% YoY karena inflasi layanan kesehatan. 

Di Asia, pasar akan memperhatikan data aktivitas ekonomi China yang diperkirakan stagnan. Penjualan ritel diperkirakan naik ke 7% YoY, karena efek low base dari kondisi tahun lalu yang masih lockdown Covid.

 

 

Unduh Dokumen

 

 

  • IDB: Fed memberi sinyal penundaan penurunan suku bunga

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
  • Investment note: Tensi geopolitik Timur Tengah terkini

    Baca selengkapnya
  • IDB: Eskalasi konflik geopolitik & data ekonomi AS yang kuat membayangi pasar finansial global

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
Lihat semua


Pekan ini

Pekan ini pasar akan memperhatikan data inflasi The Fed, terutama setelah komentar dari Powell yang dipandang hawkish di akhir pekan lalu. Inflasi umum diperkirakan turun ke 3.3% YoY dari sebelumnya 3.7% karena turunnya harga energi dunia. Sementara itu inflasi inti diperkirakan tetap di 4.1% YoY karena inflasi layanan kesehatan. 

Di Asia, pasar akan memperhatikan data aktivitas ekonomi China yang diperkirakan stagnan. Penjualan ritel diperkirakan naik ke 7% YoY, karena efek low base dari kondisi tahun lalu yang masih lockdown Covid.

 

 

Unduh Dokumen

 

 

Waspada modus penipuan mengatasnamakan MAMI. Selengkapnya

View more

Waspada modus penipuan mengatasnamakan MAMI. Selengkapnya

View more
Confirm