Skip to main content
Back

The Fed belum memberi sinyal pemangkasan suku bunga

5 Februari, 2024

Pasar saham Amerika Serikat menguat pekan lalu didukung oleh kinerja perusahaan teknologi yang lebih baik dari perkiraan. Baiknya pendapatan perusahaan teknologi seperti Meta dan Amazon mendorong kinerja indeks S&P 500 menguat 1.38% pekan lalu dan indeks Nasdaq 1.12%. Sementara itu The Fed mempertahankan suku bunga acuan sesuai dengan harapan, namun mengindikasikan prematur untuk memangkas suku bunga di Maret. The Fed akan memperhatikan perkembangan data lebih lanjut untuk memastikan tingkat inflasi konsisten turun ke level target 2%. Imbal hasil UST 10Y bergerak turun dari 4.13% ke 4.02% pekan lalu. Data tenaga kerja AS lebih baik dari ekspektasi di Januari, mencatat 353 ribu pekerja baru melebihi ekspektasi 185 ribu. Selain itu data tenaga kerja November dan Desember juga direvisi naik yang mengindikasikan sektor tenaga kerja AS lebih resilien dari ekspektasi. Data ini memperkuat narasi The Fed belum akan buru-buru memangkas suku bunga. Probabilitas pemangkasan suku bunga di Maret turun menjadi 18% dari sebelumnya 40%. Probabilitas pemangkasan di Mei juga turun dari 96% menjadi 61%.


Pasar saham kawasan Asia bergerak variatif dengan pasar saham Jepang dan Korea Selatan menopang pasar, sementara pasar China tertekan. Laporan keuangan yang positif dari emiten mengangkat sentimen di pasar Jepang, didukung oleh kenaikan harga dan pariwisata yang kuat. Pasar Korea Selatan menguat didukung oleh optimisme pasar di sektor teknologi. Sementara itu pasar China dibayangi oleh data ekonomi yang kurang suportif. PMI manufaktur tetap di zona kontraksi pada 49.2, sementara PMI non-manufaktur stabil di kisaran 50.7. Secara keseluruhan indeks MSCI Asia Pacific ditutup positif 0.84% pekan lalu.


Di pasar domestik, Bank Indonesia mengindikasikan akan terus melakukan intervensi di pasar untuk mengurangi tekanan terhadap Rupiah. Pernyataan ini mengangkat nilai tukar Rupiah  menguat 1.04% ke IDR15,660 per USD, serta mendukung permintaan terhadap SBN, di mana total permintaan pada lelang kemarin mencapai IDR73.24 triliun, tertinggi sejak Februari 2022. Inflasi domestik turun ke 2.57% YoY di Januari dari sebelumnya 2.61%. Walau dengan inflasi terjaga, BI mengindikasikan kebijakan moneter tetap fokus pada stabilitas Rupiah. Indeks BINDO ditutup positif 0.48% dengan imbal hasil SBN 10Y turun dari 6.64% ke 6.52%. Pasar saham juga menguat dengan indeks IDX80 naik 2.86% pekan lalu. Minat investor asing membaik, yang mencatat pembelian bersih IDR4.8 triliun di pasar saham.

 

 

Unduh Dokumen

 

 

  • IDB: BI mempertahankan suku bunga di 6%

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
  • IDB: Menjelang rilis pendapatan Nvidia

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
  • Seeking Alpha Februari 2024: Dampak penurunan Fed Funds Rate terhadap pasar saham Indonesia

    Seeking Alpha

    Baca selengkapnya
Lihat semua

 

 

Unduh Dokumen

 

 

Confirm