Skip to main content
Back

Sikap The FED tetap hawkish, namun pelonggaran bisa terjadi sebelum akhir 2023

22 September, 2021

 

Alex Grassino, Head of Global Emerging Markets Fixed Income Research

Keputusan US Federal Reserve (The Fed) pada 21 September untuk menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin (bps) menjadi 3 - 3.25% telah diperkirakan oleh pasar dan karenanya tidak terlalu mengejutkan bagi para investor. Pernyataan yang menyertainya pun hanya memberikan sedikit sekali informasi baru. Mengapa pasar bereaksi begitu kuat?

Seperti kata pepatah “the devil is in the details”, untuk menjawab pertanyaan di atas kami mengacu pada sebuah pesan yang penting namun tidak kentara yang ingin disampaikan oleh The Fed. Di dalam pengumuman tersebut; FOMC menyertakan prediksi ekonomi terbaru mereka, yang mencakup proyeksi Federal funds rate (dot plot) mereka. Dapat dikatakan bahwa proyeksi terbaru tersebut serta konferensi pers dari Ketua The Fed Jerome Powell yang diadakan setelah rapat FOMC telah menimbulkan outlook negatif.

Apa yang dapat kita ambil dari proyeksi terbaru The Fed?

  • Prakiraan The Fed memperlihatkan gambaran yang lebih suram—Prakiraan pertumbuhan PDB untuk 2022 dan 2023 diturunkan menjadi 0,2% dan 1,2% pada basis year-over-year, turun dari 1,7% untuk kedua tahun tersebut. Sementara proyeksi angka pengangguran dan inflasi direvisi menjadi sedikit lebih tinggi. Walaupun outlook terbaru The Fed ini tidaklah tampak terlalu kontroversial menurut konsensus pasar, namun harus diingat bahwa selama ini The Fed selalu memberikan gambaran ekonomi Amerika Serikat yang “jinak”.
  • Federal funds rate diperkirakan akan tetap tinggi untuk jangka waktu yang lebih panjang—Estimasi median The Fed mengenai posisi Federal funds rate pada akhir 2022 telah dinaikkan menjadi 4,4%. Krusialnya, para pejabat The Fed sekarang memperkirakan bahwa suku bunga acuan mereka akan menyentuh level 4,6% di 2023 sebelum pelonggaran dapat dilakukan.
  • Komentar hawkish dari Chair Powell—pesan-pesan bersifat hawkish yang semula implisit di dalam proyeksi The Fed, dibuat menjadi eksplisit oleh Ketua Powell di saat konferensi pers tersebut, di mana beliau mengkonfirmasi bahwa prioritas pertama The Fed adalah mengembalikan inflasi ke level target 2%, serta menegaskan kembali komitmen The Fed untuk mencapai target ini bahkan bila itu berarti harus mengorbankan pertumbuhan ekonomi untuk mencapainya.
Keputusan The Fed berubah lebih hawkish sejak Juni


Apa yang berubah? 

Kami melihat dua faktor yang berkontribusi terhadap sikap The Fed yang semakin hawkish: pertama, meskipun sektor tenaga kerja menunjukkan tanda-tanda pelemahan di musim panas tahun ini, namun data terbaru memperlihatkan penguatan di sektor ini sejak saat itu. Yang kedua – dan menurut kami adalah yang lebih penting – adalah peningkatan CPI (Consumer Price Index) inti sebesar 0,6% (dalam basis month-over-month) di bulan Agustus.

Sebelum perilisan data CPI di bulan Agustus, kami memperkirakan The Fed akan memilih sikap yang lebih sederhana di mana kenaikan suku bunganya akan mencapai puncaknya di 3,5%, di mana kenaikan terakhirnya akan dilakukan sebelum akhir tahun ini. Sekarang, kami memperkirakan Federal funds rate akan mencapai 4,25% di awal 2023; dengan kemungkinan adanya tambahan 25bps pada suku bunga puncak bila data inflasi yang akan datang belum juga menunjukkan perbaikan. Bila itu terjadi, prakiraan kami akan sama dengan proyeksi The Fed sendiri. Dengan kata lain, kami saat ini sangat bergantung kepada data.

Menurut perkiraan kami, tekanan inflasi harus turun dulu ke level yang lebih dapat dikendalikan (misalnya bertahan di kisaran 0,2% hingga 0,3% selama beberapa bulan) sebelum The Fed mempertimbangkan untuk berhenti menaikkan suku bunga. Dengan kata lain, kemungkinan tidak akan ada cukup waktu antara saat ini sampai rapat The Fed berikutnya bagi data inflasi untuk melemah secara signifikan supaya The Fed hanya menaikkan suku bunga sebesar 25bps di bulan November – yang berarti kenaikan suku bunga berikutnya kemungkinan akan tetap material. Meski begitu, The Fed mungkin saja memberikan kejutan di bulan Desember dengan menunjukkan kesediaan untuk memperlambat laju kenaikan suku bunga bila data ekonomi yang akan datang menunjukkan perbaikan (misalnya inflasi melemah secara signifikan). Kita hanya bisa berharap.

Kami prakirakan The Fed akan mulai melakukan pelonggaran di 2023

Kami memiliki dua alasan yang membuat kami yakin bahwa The Fed akan mulai melakukan pelonggaran sebelum tahun 2023 berakhir:

  1. Kami memperkirakan inflasi akan melemah sampai ke level yang tidak lagi setinggi saat ini di Q2 2023. Telah mulai ada bukti yang menunjukkan bahwa kendala yang dialami oleh rantai pasokan sudah mulai mereda. Lebih jauh lagi, tekanan disinflasi yang telah diperkirakan akan terjadi, yang biasanya terkait dengan koreksi inventaris, belum kunjung terwujud – hal ini seharusnya juga dapat berkontribusi untuk membatasi inflasi. Dan yang terakhir, harga-harga komoditi utama juga sudah mulai menurun. Saat faktor-faktor ini mulai menunjukkan dampaknya, The Fed akan memiliki ruang yang dibutuhkannya untuk berhenti menaikkan suku bunga serta melakukan asesmen terhadap dampak kebijakan moneter ketatnya ini atas perekonomian.
  2. Menurut pandangan kami, pelonggaran moneter hanya akan terjadi bila kekhawatiran mengenai pertumbuhan melebihi ketakutan pada inflasi. Meskipun Ketua Powell telah menjelaskan mengenai risiko yang harus dihadapi bila pelonggaran dilakukan secara terlalu dini, pada kenyataanya banyak yang memperkirakan – termasuk kami juga – bahwa ekonomi AS akan terperosok ke dalam resesi di paruh pertama 2023. Karenanya, keinginan untuk melakukan pelonggaran begitu hal tersebut dimungkinkan kemungkinan akan meningkat selama beberapa bulan mendatang.

 

Unduh Dokumen

  • IDB: Sentimen global dibayangi pergeseran ekspektasi pemangkasan suku bunga

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
  • Seeking Alpha April 2024: Memahami dinamika & volatilitas pasar terkini

    Seeking Alpha

    Baca selengkapnya
  • IDB: Sentimen global masih mendominasi pasar finansial domestik

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
Lihat semua

Pastikan untuk membeli Reksa Dana Manulife melalui MAMI atau mitra distribusi kami. Waspada modus penipuan mengatasnamakan MAMI. Selengkapnya

View more

Pastikan untuk membeli Reksa Dana Manulife melalui MAMI atau mitra distribusi kami. Waspada modus penipuan mengatasnamakan MAMI. Selengkapnya

View more
Confirm