24 Juli 2024
Global
Pasar saham AS mencetak kinerja negatif, dengan S&P500 ditutup turun 0.16%. Penurunan ini berasal dari sektor teknologi setelah beberapa perusahaan melaporkan pendapatan yang mengecewakan, sehingga membuat kinerja sektoral ikut terseret. Pasar memperhatikan beberapa data ekonomi yang akan rilis yaitu GDP kuartal kedua AS dan PCE. Yield UST 10Y stabil di 4.25%.
Asia
Di kawasan Asia, pasar saham berhasil rebound dengan indeks MSCI Asia Pasifik naik 0.40%. Kenaikan ini didorong dari saham perusahaan teknologi seperti TMSC dan Samsung. Indeks Taiwan dan Australia mencatat kinerja positif, sementara indeks China dan Hong Kong turun.
Indonesia
Di dalam negeri, indeks saham IDX80 ditutup naik 0.16% walaupun investor asing mencatat penjualan bersih sebesar IDR98 miliar. Indeks obligasi BINDO turun 0.02% dan yield SBN 10Y stabil di 7.00%.

24 Juli 2024
Global
Pasar saham AS mencetak kinerja negatif, dengan S&P500 ditutup turun 0.16%. Penurunan ini berasal dari sektor teknologi setelah beberapa perusahaan melaporkan pendapatan yang mengecewakan, sehingga membuat kinerja sektoral ikut terseret. Pasar memperhatikan beberapa data ekonomi yang akan rilis yaitu GDP kuartal kedua AS dan PCE. Yield UST 10Y stabil di 4.25%.
Asia
Di kawasan Asia, pasar saham berhasil rebound dengan indeks MSCI Asia Pasifik naik 0.40%. Kenaikan ini didorong dari saham perusahaan teknologi seperti TMSC dan Samsung. Indeks Taiwan dan Australia mencatat kinerja positif, sementara indeks China dan Hong Kong turun.
Indonesia
Di dalam negeri, indeks saham IDX80 ditutup naik 0.16% walaupun investor asing mencatat penjualan bersih sebesar IDR98 miliar. Indeks obligasi BINDO turun 0.02% dan yield SBN 10Y stabil di 7.00%.

IWH: Mahkamah Agung AS putuskan tarif Trump ilegal
Investment Weekly Highlights
Monthly Market Review Januari 2026
Monthly Market Review
Seeking Alpha Februari 2026: Wake up call untuk pasar saham Indonesia
Seeking Alpha