Skip to main content
Back

IDB - Outlook Pasar November 2025: Pasar Menanti Data Ekonomi AS Setelah Government Shutdown Berakhir

17 November 2025


Global

Pasar saham Amerika Serikat bergerak fluktuatif, dengan indeks S&P 500 ditutup -0.05%. Sektor energi dan IT menguat tertinggi, sementara sektor material dan finansial melemah terdalam. Terdapat pandangan yang variatif di pasar, di mana investor yang bullish cenderung melihat pelemahan pasar akhir-akhir ini sebagai peluang untuk menangkap potensi rally akhir tahun. Di sisi lain, terdapat pandangan yang lebih berhati-hati, memperhatikan komentar pejabat The Fed akhir-akhir ini yang khawatir terhadap inflasi, dan menantikan rilis data tenaga kerja AS pekan ini. Sementara itu Presiden Trump siap untuk menurunkan tarif untuk mengatasi masalah daya beli karena harga pangan yang tinggi. AS dikabarkan akan mempersiapkan negosiasi dengan Argentina, Guatemala, El Salvador, dan Ekuador. 

Asia

Pasar saham kawasan Asia melemah dengan indeks MSCI Asia Pacific turun -1.52%. Seluruh sektor mencatat pelemahan, dengan sektor IT melemah terdalam. Sentimen pasar tertekan oleh kekhawatiran potensi penurunan suku bunga The Fed. Pasar akan memperhatikan rilis data tenaga kerja AS pekan ini yang diharapkan dapat memberikan sinyal terhadap potensi kebijakan The Fed. Data ekonomi China menunjukkan pelemahan, penjualan ritel tumbuh 2.9% YoY, lebih rendah dari sebelumnya 3.0%, dan industrial production tumbuh 4.9% YoY, turun dari sebelumnya 6.5%.


Indonesia
Di domestik, OJK berencana untuk menaikkan kriteria minimum free float pasar saham secara gradual menjadi 25%, dari kriteria saat ini berkisar di 7.5% - 10% untuk memperdalam pasar. Indeks saham IDX80 ditutup +0.17% sementara IHSG -0.02%. Investor asing mencatat penjualan bersih IDR73 miliar di pasar saham. Indeks obligasi BINDO ditutup +0.06% dengan imbal hasil SBN 10Y turun dari 6.13% ke 6.12%.





Unduh Dokumen

17 November 2025


Global

Pasar saham Amerika Serikat bergerak fluktuatif, dengan indeks S&P 500 ditutup -0.05%. Sektor energi dan IT menguat tertinggi, sementara sektor material dan finansial melemah terdalam. Terdapat pandangan yang variatif di pasar, di mana investor yang bullish cenderung melihat pelemahan pasar akhir-akhir ini sebagai peluang untuk menangkap potensi rally akhir tahun. Di sisi lain, terdapat pandangan yang lebih berhati-hati, memperhatikan komentar pejabat The Fed akhir-akhir ini yang khawatir terhadap inflasi, dan menantikan rilis data tenaga kerja AS pekan ini. Sementara itu Presiden Trump siap untuk menurunkan tarif untuk mengatasi masalah daya beli karena harga pangan yang tinggi. AS dikabarkan akan mempersiapkan negosiasi dengan Argentina, Guatemala, El Salvador, dan Ekuador. 

Asia

Pasar saham kawasan Asia melemah dengan indeks MSCI Asia Pacific turun -1.52%. Seluruh sektor mencatat pelemahan, dengan sektor IT melemah terdalam. Sentimen pasar tertekan oleh kekhawatiran potensi penurunan suku bunga The Fed. Pasar akan memperhatikan rilis data tenaga kerja AS pekan ini yang diharapkan dapat memberikan sinyal terhadap potensi kebijakan The Fed. Data ekonomi China menunjukkan pelemahan, penjualan ritel tumbuh 2.9% YoY, lebih rendah dari sebelumnya 3.0%, dan industrial production tumbuh 4.9% YoY, turun dari sebelumnya 6.5%.


Indonesia
Di domestik, OJK berencana untuk menaikkan kriteria minimum free float pasar saham secara gradual menjadi 25%, dari kriteria saat ini berkisar di 7.5% - 10% untuk memperdalam pasar. Indeks saham IDX80 ditutup +0.17% sementara IHSG -0.02%. Investor asing mencatat penjualan bersih IDR73 miliar di pasar saham. Indeks obligasi BINDO ditutup +0.06% dengan imbal hasil SBN 10Y turun dari 6.13% ke 6.12%.





Unduh Dokumen

Lihat semua
Informasi libur

Sehubungan dengan hari libur Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, kantor kami tidak beroperasi pada Selasa, 25 Agustus 2026 dan akan kembali beroperasi pada Rabu, 26 Agustus 2026. Selengkapnya

View more

Waspada modus penipuan mengatasnamakan MAMI. Selengkapnya

View more