18 Agustus 2026
Kinerja bursa saham AS sepekan kemarin beragam. S&P 500 +0,36%, DJIA -0.56% keduanya mengalami kenaikan mingguan berturut-turut ketiga kalinya. Sentimen ditopang oleh inflasi Juli yang lebih rendah di +3.4% YoY, dan inflasi inti juga turun ke +2.5%. Di lain pihak, penjualan ritel Juli turun -0.6% MoM, menunjukkan konsumsi yang mulai kehilangan momentum. Tensi geopolitik yang masih belum jelas, harga minyak yang kembali naik ke level USD90 per barel serta kenaikan imbal hasil UST30 tahun ke level tertinggi sejak 2007 membebani sentimen. Sepekan kemarin sektor energi menjadi yang terunggul.
Pekan lalu MSCI Asia Pacific menguat +2.62% dalam sepekan. Dengan pergerakan beragam antar negara. KOSPI +11,49%, Nikkei225 +4,74%, TAIEX +3,58% dipicu oleh pembalikan arah di Korea dan optimisme rantai pasok AI yang kembali menopang saham-saham teknologi dan semikonduktor. Sebaliknya di kawasan China, bursa Shanghai -0.3% dan Hang Seng - 2,2% dipicu oleh pemulihan ekonomi China yang masih belum lancar, tercermin dari perlambatan inflasi dan penjualan ritel. Penguatan Asia Utara terutama ditopang saham teknologi dan semikonduktor. Inflasi AS yang lebih rendah ikut membantu sentimen Asia karena pemulihan permintaan domestik masih lemah.
Sepekan kemarin IHSG ditutup stabil melemah -0.1% di level 6.401,89 sementara LQ45 -1.25%. Pasar sempat tertekan oleh hasil rebalancing MSCI yang sempat memicu aksi jual selektif saham-saham sektor material dasar, energi dan industri. Namun di akhir pekan IHSG berbalik arah menguat +1.6% setelah pidato Presiden terkait Nota Keuangan dan RAPBN 2027 dipandang pasar cukup wajar. Beberapa fokus prioritas juga meningkatkan sentimen di sektor-sektor tertentu seperti kesehatan. Di sisi domestik, Indeks Keyakinan Konsumen Juli turun menjadi 116,8 dari 117,8, meskipun masih berada dalam zona optimistis. Pasar obligasi juga cukup stabil. Imbal hasil SBN10Y turun ke 7.20% dan Rupiah menguat ke kisaran Rp17827 per dolar AS. Pekan ini pasar domestik akan mencermati Rapat Dewan Gubernur yang pertama sejak mundurnya Perry Warjiyo.
Monthly Market Review Juli 2026
Baca selengkapnyaSeeking Alpha Agustus 2026: Menjaga Daya Tahan Portofolio di Tengah Gelombang Pasar
Seeking Alpha
IWH: Pertumbuhan ekonomi 2Q ungguli ekspektasi dan inflasi melandai
Investment Weekly Highlights