Skip to main content
Back

Sinyal tentatif potensi penurunan suku bunga The Fed di Desember

30 Oktober 2025


Global

The Fed memangkas suku bunga sebesar 25bps sesuai ekspektasi pasar ke level 3.75% - 4.0% di tengah pelemahan sektor tenaga kerja AS. Selain itu The Fed akan menghentikan proses pengurangan neraca efektif di 1 Desember. Namun Fed Chair Powell meredam ekspektasi pemangkasan suku bunga untuk Desember, mengutarakan masih terdapat perbedaan pendapat internal terkait outlook untuk inflasi, tenaga kerja, dan kebijakan suku bunga. Ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga di Desember turun dari 90% menjadi 70% pasca rapat FOMC. Indeks S&P 500 ditutup flat dan imbal hasil UST 10Y naik dari 3.97% ke 4.07%. 

Asia
Pasar saham kawasan Asia mencatat penguatan dengan indeks MSCI Asia Pacific +0.56%. Sektor IT menjadi pendorong kinerja indeks merespons laporan earnings yang positif dari beberapa emiten teknologi seperti SK Hynix, Samsung Electronics, dan Advantest. Korea Selatan mencapai kesepakatan dagang dengan AS, menurunkan tarif dari 25% menjadi 15%, sementara Korea Selatan berkomitmen untuk investasi USD350 miliar di AS.

Indonesia
Pasar saham domestik menguat dengan indeks IDX80 +1.75%. Investor asing mencatat pembelian bersih IDR3.79 triliun, dipengaruhi oleh transaksi di pasar negosiasi senilai IDR2.55 triliun, sementara di pasar reguler terdapat net inflow IDR1.23 triliun. Indeks obligasi BINDO ditutup +0.02% dengan imbal hasil SBN 10Y stabil di 6.0%.





Unduh Dokumen

30 Oktober 2025


Global

The Fed memangkas suku bunga sebesar 25bps sesuai ekspektasi pasar ke level 3.75% - 4.0% di tengah pelemahan sektor tenaga kerja AS. Selain itu The Fed akan menghentikan proses pengurangan neraca efektif di 1 Desember. Namun Fed Chair Powell meredam ekspektasi pemangkasan suku bunga untuk Desember, mengutarakan masih terdapat perbedaan pendapat internal terkait outlook untuk inflasi, tenaga kerja, dan kebijakan suku bunga. Ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga di Desember turun dari 90% menjadi 70% pasca rapat FOMC. Indeks S&P 500 ditutup flat dan imbal hasil UST 10Y naik dari 3.97% ke 4.07%. 

Asia
Pasar saham kawasan Asia mencatat penguatan dengan indeks MSCI Asia Pacific +0.56%. Sektor IT menjadi pendorong kinerja indeks merespons laporan earnings yang positif dari beberapa emiten teknologi seperti SK Hynix, Samsung Electronics, dan Advantest. Korea Selatan mencapai kesepakatan dagang dengan AS, menurunkan tarif dari 25% menjadi 15%, sementara Korea Selatan berkomitmen untuk investasi USD350 miliar di AS.

Indonesia
Pasar saham domestik menguat dengan indeks IDX80 +1.75%. Investor asing mencatat pembelian bersih IDR3.79 triliun, dipengaruhi oleh transaksi di pasar negosiasi senilai IDR2.55 triliun, sementara di pasar reguler terdapat net inflow IDR1.23 triliun. Indeks obligasi BINDO ditutup +0.02% dengan imbal hasil SBN 10Y stabil di 6.0%.





Unduh Dokumen

  • IWH: BI fokus menjaga Rupiah dan pemerintah bentuk BUMN sentralisasi ekspor

    Investment Weekly Highlights

    Baca selengkapnya
  • Seeking Alpha Mei 2026: Mencari keseimbangan pertumbuhan & stabilitas

    Seeking Alpha

    Baca selengkapnya
  • IWH: Meningkatnya kekhawatiran inflasi global

    Investment Weekly Highlights

    Baca selengkapnya
Lihat semua
Informasi libur

Menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 H, kantor kami tidak beroperasi pada 27-28 Mei 2026 dan akan kembali beroperasi pada 29 Mei 2026. Selengkapnya

View more
Siaran Pers

Manulife Wealth & Asset Management Akuisisi Schroders Indonesia. Selengkapnya.

View more