Skip to main content
Back

Perekrutan pekerja AS melampaui ekspektasi

9 Oktober, 2023

​Pekan lalu​

 

Pasar global bergerak fluktuatif pekan lalu merespons data tenaga kerja AS yang kuat dan dampaknya terhadap arah kebijakan suku bunga The Fed. Data nonfarm payroll AS mencatat 360 ribu pekerja baru di September, lebih tinggi dari ekspektasi 170 ribu. Selain itu data lowongan pekerjaan AS juga naik lebih tinggi dari ekspektasi, di mana JOLTS Job Openings meningkat menjadi 9.61 juta dari revisi 8.92 juta pada bulan Juli, di mana angka tersebut melampaui semua perkiraan dalam survei Bloomberg. Data ini mengindikasikan tekanan di sektor tenaga kerja AS belum mereda yang berpotensi untuk memberi tekanan inflasi yang persisten. Imbal hasil US Treasury melonjak merespons data ini, dari 4.57% ke 4.80% yang merupakan level tertinggi sejak 2007. Di sisi lain, walau perekrutan pekerja meningkat, pertumbuhan tingkat upah relatif turun ke 4.2% YoY dari sebelumnya 4.3%, mengindikasikan tingginya tingkat perekrutan karena suplai pekerja yang meningkat, bukan permintaan dari pencari pekerja yang meningkat, sehingga dampaknya terhadap inflasi dapat lebih terbatas. Indeks S&P 500 ditutup naik 0.48% pekan lalu dan indeks Nasdaq naik 1.60%.

 

Pasar saham kawasan Asia bergerak fluktuatif pekan lalu dibayangi rilis data tenaga kerja AS yang lebih tinggi dari ekspektasi. China merayakan libur nasional sepekan lalu, dengan data perjalanan wisata yang positif. Data perjalanan wisata beberapa hari pertama liburan menunjukkan permintaan yang baik, pendapatan pariwisata melonjak 125% YoY sementara perjalanan wisata domestik melonjak 76% YoY. Indeks MSCI Asia Pacific ditutup turun 1.68% pekan lalu. 

 

Pasar saham dan obligasi Indonesia tidak luput dari volatilitas pasar global di pekan lalu. IHSG melemah 0.74% dengan sektor energi melemah terdalam, sementara sektor kesehatan mencatat kinerja terbaik. Investor asing mencatat penjualan bersih IDR10 miliar di pasar saham. Sementara itu pasar obligasi melemah lebih dalam 1.10% dipengaruhi oleh lonjakan UST. Imbal hasil SBN 10Y naik dari 6.91% ke 7.01% pekan lalu. Investor asing mencatat penjualan bersih USD203 juta di pasar obligasi per Kamis pekan lalu. Tekanan dari penguatan USD membuat cadangan devisa turun di September menjadi USD134.90 miliar dari bulan sebelumnya USD137.09 miliar. Sementara itu inflasi Indonesia tetap terjaga dengan inflasi tahunan turun dari 3.27% ke 2.28%, sementara inflasi bulanan naik dari -0.02% ke 0.19% karena kenaikan harga beras dan BBM non-subsidi.


Pekan ini

Pekan ini pasar akan memperhatikan data inflasi Amerika Serikat dan risalah rapat FOMC September untuk menganalisis pandangan kebijakan The Fed. Konsensus memperkirakan inflasi umum AS di level 3.6% YoY, turun dari sebelumnya 3.7%, dan inflasi inti juga turun ke 4.1% YoY dari sebelumnya 4.3%. 

 

Di kawasan Asia, data inflasi dan neraca perdagangan China akan menjadi perhatian, terutama setelah di bulan lalu terdapat perbaikan yang mendukung sentimen di pasar. Ekspor diperkirakan membaik ke -7.5% YoY dari sebelumnya -8.8%, dan impor ke -6% YoY dari sebelumnya -7.3%.   

 

 

 

Unduh Dokumen

 

 

  • Investment note: Tensi geopolitik Timur Tengah terkini

    Baca selengkapnya
  • IDB: Eskalasi konflik geopolitik & data ekonomi AS yang kuat membayangi pasar finansial global

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
  • IDB: Kekhawatiran suku bunga & konflik geopolitik membayangi pasar saham global

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
Lihat semua


Pekan ini

Pekan ini pasar akan memperhatikan data inflasi Amerika Serikat dan risalah rapat FOMC September untuk menganalisis pandangan kebijakan The Fed. Konsensus memperkirakan inflasi umum AS di level 3.6% YoY, turun dari sebelumnya 3.7%, dan inflasi inti juga turun ke 4.1% YoY dari sebelumnya 4.3%. 

 

Di kawasan Asia, data inflasi dan neraca perdagangan China akan menjadi perhatian, terutama setelah di bulan lalu terdapat perbaikan yang mendukung sentimen di pasar. Ekspor diperkirakan membaik ke -7.5% YoY dari sebelumnya -8.8%, dan impor ke -6% YoY dari sebelumnya -7.3%.   

 

 

 

Unduh Dokumen

 

 

Confirm