Skip to main content
Back

Penurunan imbal hasil UST memberikan support pada pasar saham AS

9 Oktober, 2023

 

Global – Bursa saham Amerika Serikat menguat didukung oleh penurunan imbal hasil US Treasury dari nilai tertingginya, membantu mengimbangi kekhawatiran atas lonjakan dalam laju perekrutan tenaga kerja. S&P 500 naik 1.18%, Dow Jones naik 0.87% dan Nasdaq naik 1.60%. Sepuluh dari sebelas sektor menguat dipimpin oleh kenaikan saham IT, sementara barang konsumsi melemah. Imbal hasil UST 10 tahun ditutup turun ke level 4.80% setelah sempat mendekati 4.9% pada perdagangan di pagi hari. Laporan Nonfarm Payrolls menunjukkan laju perekrutan pekerja di atas estimasi sebesar 336,000, sementara tingkat pengangguran tetap stabil di 3.80%. Meskipun pertumbuhan upah mengalami moderasi namun kekuatan pasar tenaga kerja menunjukkan bahwa perusahaan tetap optimis terhadap prospek penjualan mereka. 

 

Asia – Bursa saham Asia menguat dipimpin oleh rally pasar saham Hong Kong, sementara pasar lainnya cenderung lesu karena semua perhatian tertuju pada data payroll AS untuk mendapatkan petunjuk mengenai jalur kebijakan Federal Reserve. 

 

Indonesia – Cadangan devisa (Sep) turun menjadi USD134.90 miliar dari bulan sebelumnya USD137.09 miliar. Penurunan posisi cadangan devisa tersebut antara lain dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebutuhan untuk stabilisasi nilai tukar Rupiah sebagai langkah antisipasi dampak rambatan meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global. Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6.1 bulan impor atau 6.0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. IHSG menguat 0.20% sementara BINDO melemah 0.07%. Investor asing di pasar saham membukukan penjualan bersih senilai IDR26.54 miliar. Imbal hasil obligasi pemerintah IDR tenor 10 tahun turun ke level 7.01%.    

 

*Menggunakan data penutupan 5 Oktober 2023
Catatan: Penulisan angka pada publikasi ini menggunakan format Bahasa Inggris. Sumber: Bloomberg. 

 

Unduh Dokumen



9 Oktober, 2023

 

Global – Bursa saham Amerika Serikat menguat didukung oleh penurunan imbal hasil US Treasury dari nilai tertingginya, membantu mengimbangi kekhawatiran atas lonjakan dalam laju perekrutan tenaga kerja. S&P 500 naik 1.18%, Dow Jones naik 0.87% dan Nasdaq naik 1.60%. Sepuluh dari sebelas sektor menguat dipimpin oleh kenaikan saham IT, sementara barang konsumsi melemah. Imbal hasil UST 10 tahun ditutup turun ke level 4.80% setelah sempat mendekati 4.9% pada perdagangan di pagi hari. Laporan Nonfarm Payrolls menunjukkan laju perekrutan pekerja di atas estimasi sebesar 336,000, sementara tingkat pengangguran tetap stabil di 3.80%. Meskipun pertumbuhan upah mengalami moderasi namun kekuatan pasar tenaga kerja menunjukkan bahwa perusahaan tetap optimis terhadap prospek penjualan mereka. 

 

Asia – Bursa saham Asia menguat dipimpin oleh rally pasar saham Hong Kong, sementara pasar lainnya cenderung lesu karena semua perhatian tertuju pada data payroll AS untuk mendapatkan petunjuk mengenai jalur kebijakan Federal Reserve. 

 

Indonesia – Cadangan devisa (Sep) turun menjadi USD134.90 miliar dari bulan sebelumnya USD137.09 miliar. Penurunan posisi cadangan devisa tersebut antara lain dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebutuhan untuk stabilisasi nilai tukar Rupiah sebagai langkah antisipasi dampak rambatan meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global. Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6.1 bulan impor atau 6.0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. IHSG menguat 0.20% sementara BINDO melemah 0.07%. Investor asing di pasar saham membukukan penjualan bersih senilai IDR26.54 miliar. Imbal hasil obligasi pemerintah IDR tenor 10 tahun turun ke level 7.01%.    

 

*Menggunakan data penutupan 5 Oktober 2023
Catatan: Penulisan angka pada publikasi ini menggunakan format Bahasa Inggris. Sumber: Bloomberg. 

 

Unduh Dokumen



  • IDB: BI mempertahankan suku bunga di 6%

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
  • IDB: Menjelang rilis pendapatan Nvidia

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
  • Seeking Alpha Februari 2024: Dampak penurunan Fed Funds Rate terhadap pasar saham Indonesia

    Seeking Alpha

    Baca selengkapnya
Lihat semua
Confirm