Skip to main content
Back

Kejutan penurunan BI Rate

21 Agustus 2025


Global

Pasar saham Amerika Serikat kembali melemah, dengan indeks S&P 500 turun -0.24% yang merupakan penurunan empat hari beruntun. Sektor teknologi menjadi pemberat kinerja indeks seiring rotasi pasar karena pandangan valuasi sektor teknologi yang terlalu tinggi. Sementara itu risalah rapat FOMC The Fed bulan Juli mengindikasikan pandangan yang lebih khawatir terhadap risiko lonjakan inflasi ketimbang pelemahan sektor tenaga kerja. Sikap ini dapat membatasi potensi penurunan suku bunga apabila inflasi AS masih cenderung naik. Imbal hasil UST 10Y turun dari 4.30% ke 4.29%.

Asia
Di Asia, indeks MSCI Asia Pacific juga turun -0.60% dibayangi oleh pelemahan sektor teknologi. Sentimen pasar cenderung berhati-hati di tengah pelemahan pasar AS dan menjelang simposium The Fed di akhir pekan. Pasar menantikan pandangan terkini The Fed terkait arah suku bunga. 

Indonesia

Bank Indonesia menurunkan BI Rate 25bps ke level 5.0% di luar ekspektasi pasar yang memperkirakan suku bunga tidak berubah. Keputusan didasari oleh inflasi domestik yang rendah dan arah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. BI mengindikasikan masih memperhatikan kemungkinan penurunan suku bunga lebih lanjut. Pasar saham merespons positif dengan indeks IDX80 +1.36% dan investor asing mencatat pembelian bersih IDR766 miliar. Indeks obligasi BINDO juga naik +0.12% dengan imbal hasil SBN 10Y turun dari 6.41% ke 6.39%.





Unduh Dokumen

21 Agustus 2025


Global

Pasar saham Amerika Serikat kembali melemah, dengan indeks S&P 500 turun -0.24% yang merupakan penurunan empat hari beruntun. Sektor teknologi menjadi pemberat kinerja indeks seiring rotasi pasar karena pandangan valuasi sektor teknologi yang terlalu tinggi. Sementara itu risalah rapat FOMC The Fed bulan Juli mengindikasikan pandangan yang lebih khawatir terhadap risiko lonjakan inflasi ketimbang pelemahan sektor tenaga kerja. Sikap ini dapat membatasi potensi penurunan suku bunga apabila inflasi AS masih cenderung naik. Imbal hasil UST 10Y turun dari 4.30% ke 4.29%.

Asia
Di Asia, indeks MSCI Asia Pacific juga turun -0.60% dibayangi oleh pelemahan sektor teknologi. Sentimen pasar cenderung berhati-hati di tengah pelemahan pasar AS dan menjelang simposium The Fed di akhir pekan. Pasar menantikan pandangan terkini The Fed terkait arah suku bunga. 

Indonesia

Bank Indonesia menurunkan BI Rate 25bps ke level 5.0% di luar ekspektasi pasar yang memperkirakan suku bunga tidak berubah. Keputusan didasari oleh inflasi domestik yang rendah dan arah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. BI mengindikasikan masih memperhatikan kemungkinan penurunan suku bunga lebih lanjut. Pasar saham merespons positif dengan indeks IDX80 +1.36% dan investor asing mencatat pembelian bersih IDR766 miliar. Indeks obligasi BINDO juga naik +0.12% dengan imbal hasil SBN 10Y turun dari 6.41% ke 6.39%.





Unduh Dokumen

  • IWH: BI fokus menjaga Rupiah dan pemerintah bentuk BUMN sentralisasi ekspor

    Investment Weekly Highlights

    Baca selengkapnya
  • Seeking Alpha Mei 2026: Mencari keseimbangan pertumbuhan & stabilitas

    Seeking Alpha

    Baca selengkapnya
  • IWH: Meningkatnya kekhawatiran inflasi global

    Investment Weekly Highlights

    Baca selengkapnya
Lihat semua
Informasi libur

Menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 H, kantor kami tidak beroperasi pada 27-28 Mei 2026 dan akan kembali beroperasi pada 29 Mei 2026. Selengkapnya

View more
Siaran Pers

Manulife Wealth & Asset Management Akuisisi Schroders Indonesia. Selengkapnya.

View more