Skip to main content
Back

Pemerintah rilis kebijakan efisiensi dan penghematan anggaran

6 April 2026


Pasar saham Amerika Serikat bergerak fluktuatif dibayangi oleh perkembangan perang Iran yang dinamis. Di awal pekan sentimen pasar membaik didukung oleh kabar AS dan Iran dapat segera mengakhiri perang. Presiden Trump menyatakan operasi militer dapat berakhir dalam dua hingga tiga minggu. Selain itu Presiden Iran Pezeshkian juga mengindikasikan siap untuk mengakhiri perang namun dengan syarat tertentu. Namun sentimen pasar kembali fluktuatif pasca pidato publik Trump yang menyatakan AS dapat menggempur Iran lebih keras lagi. Di akhir pekan Trump juga mengancam menyerang pembangkit listrik Iran apabila tidak membuka Selat Hormuz. Indeks S&P 500 ditutup +3.36% didukung optimisme pasar di awal pekan lalu. Imbal hasil UST 10Y turun dari 4.43% ke 4.31% merespons komentar dari Fed Chair Powell bahwa ekspektasi inflasi jangka panjang masih terjaga dan belum ada kebutuhan untuk menaikkan suku bunga walau harga energi meningkat. Sementara itu data ekonomi AS terkini relatif positif, dengan nonfarm payroll mencatat 178 ribu pekerja baru di Maret, naik dari bulan sebelumnya -133 ribu, yang merupakan kenaikan tertinggi sejak Desember 2024.  Indeks keyakinan konsumen AS dari Conference Board naik ke 91.8 di Maret dari bulan sebelumnya 91.0, dan penjualan ritel naik +0.6% di Februari, dari bulan sebelumnya -0.1%.

Pasar saham kawasan Asia juga bergerak fluktuatif di tengah kondisi perang Iran yang dinamis. Indeks MSCI Asia Pacific ditutup -0.08% pekan lalu yang merupakan pelemahan lima pekan beruntun. Kinerja sektoral bergerak variatif, dengan sektor teknologi dan komunikasi melemah terdalam, sementara sektor barang konsumer dan material menguat tertinggi. Pasar Taiwan kalah unggul pekan lalu (TWSE -1.63%) dipengaruhi oleh pelemahan di sektor teknologi. Sementara itu data ekonomi China menunjukkan perbaikan, dengan PMI manufaktur meningkat ke 50.4 di Maret, yang merupakan level tertinggi dalam setahun. PMI non-manufaktur juga meningkat ke 50.1 dari sebelumnya 49.5 didukung normalisasi aktivitas pasca periode Imlek.

Di domestik, pemerintah mengumumkan langkah kebijakan efisiensi, yang termasuk WFH satu hari dalam sepekan bagi ASN, efisiensi perjalanan dinas, pembatasan pembelian BBM subsidi 50 liter per kendaraan per hari, akselerasi implementasi biodiesel B50, dan penyesuaian MBG dari 6 hari sepekan menjadi 5 hari. Pemerintah memutuskan untuk menahan harga BBM subsidi dan non-subsidi di awal bulan ini di tengah lonjakan harga minyak dunia. Inflasi bulanan di Maret lebih rendah dari ekspektasi di +0.41% MoM, turun dari bulan lalu 0.68%. Secara tahunan inflasi turun ke +3.48% YoY dari sebelumnya 4.76% seiring dengan normalisasi efek low base dari periode diskon tarif listrik di 2025. Sementara itu IDX merilis daftar kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi sebagai respons terhadap permintaan MSCI untuk transparansi kepemilikan saham lebih baik. Indeks saham IDX80 turun -0.52% dan IHSG -0.99% pekan lalu. Investor asing mencatat penjualan bersih IDR2.95 triliun di pasar saham. Nilai tukar Rupiah melemah -0.21% ke level 17000. Indeks obligasi BINDO menguat +0.60% seiring dengan turunnya imbal hasil SBN 10Y dari 6.86% ke 6.65%.


 

 

Unduh Dokumen

 

 

  • IWH: Tarik ulur negosiasi AS dan Iran

    Investment Weekly Highlights

    Baca selengkapnya
  • IWH: Memasuki pekan ketiga perang di Timur Tengah

    Investment Weekly Highlights

    Baca selengkapnya
  • Seeking Alpha Maret 2026: Bijak menyikapi tantangan dinamika geopolitik

    Seeking Alpha

    Baca selengkapnya
Lihat semua

 

 

Unduh Dokumen

 

 

Siaran Pers

Manulife Wealth & Asset Management Akuisisi Schroders Indonesia. Selengkapnya.

View more
Siaran Pers

Manulife Wealth & Asset Management Akuisisi Schroders Indonesia. Selengkapnya.

View more