18 Mei 2026
Pasar saham Amerika Serikat mencatat kinerja positif pekan lalu dengan indeks S&P 500 naik +0.13%. Di awal pekan pasar menguat merespons laporan earnings emiten yang kuat di 1Q. FacSet melaporkan 91% emiten dalam S&P 500 telah merilis earnings, dan 84% emiten mencatat laba lebih baik dari ekspektasi pasar. Sementara itu sentimen pasar melemah menjelang akhir pekan dipengaruhi oleh data inflasi AS yang meningkat. Inflasi di April naik 3.8% YoY dari sebelumnya 3.3%, dipengaruhi oleh naiknya harga energi dan bahan pangan. Inflasi inti (yang mengeluarkan komponen harga energi dan pangan) juga naik melebihi ekspektasi ke 2.8% YoY, dari sebelumnya 2.6%. Selain itu inflasi harga produsen AS (PPI) yang meningkat ke 6.0% YoY di April melebihi ekspektasi pasar. Imbal hasil UST 10Y naik dari 4.35% ke 4.60% dibayangi kekhawatiran The Fed harus menaikkan suku bunga untuk menjaga inflasi. Ekspektasi pasar berdasarkan Bloomberg melihat probabilitas 31% kenaikan suku bunga tahun ini.
Pasar saham Asia melemah pekan lalu dengan indeks MSCI Asia Pacific turun -1.73%. Sentimen pasar dibayangi oleh kekhawatiran inflasi global imbas dari harga minyak dunia yang persisten tinggi. Harga minyak Brent naik +7.9% ke level USD109 per barel di tengah komunikasi yang tidak jelas dari Presiden Trump terkait kondisi Selat Hormuz.Sementara itu pertemuan Presiden Trump dan Xi berlangsung kondusif, dengan China berkomitmen untuk membeli USD17 miliar produk agrikultur AS per tahun, serta membuka akses impor untuk produk daging sapi AS.
Di domestik, pemerintah menunda rencana kenaikan royalti minerba, dengan pemerintah menyatakan akan merevisi formula perhitungan royalti. MSCI mengeluarkan 6 saham Indonesia dari MSCI Global Standard Index dan 13 saham dari MSCI Global Small Cap Index, efektif 29 Mei. Citigroup memperkirakan potensi outflow USD1.6 miliar dari rebalancing ini. Indeks saham IDX80 melemah -3.21% dan IHSG -3.53%. Investor asing mencatat penjualan bersih IDR3.2 triliun di pasar saham. Indeks obligasi BINDO juga melemah -0.19% di tengah depresiasi Rupiah terhadap USD sebesar -0.53% pekan lalu ke level 17465. Minat dalam lelang SUN pekan lalu melemah, dengan total penawaran di IDR51.4 triliun, turun dari lelang sebelumnya di IDR74.95 triliun. Pemerintah menyerap IDR30.3 triliun dalam lelang tersebut.
Monthly Market Review April 2026
Monthly Market Review
IWH: Harapan perdamaian AS - Iran mengangkat sentimen pasar global
Investment Weekly Highlights
IWH: Tekanan nilai tukar Asia di tengah tingginya harga minyak dunia
Investment Weekly Highlights