Skip to main content
Back

Pemangkasan peringkat utang AS memicu risk-off pasar saham global

7 Agustus, 2023

​Pekan lalu​

 

Penurunan peringkat utang Amerika Serikat dan rilis pendapatan perusahaan yang variatif menekan pasar saham, selama sepekan S&P 500 turun 2.27%, Dow Jones turun 1.11% dan Nasdaq turun 2.85%. Lembaga pemeringkat Fitch Ratings memangkas peringkat utang AS satu level dari AAA menjadi AA+ setelah Kementerian Keuangan AS meningkatkan target lelang surat utang. Peningkatan utang di tengah tingkat suku bunga yang tinggi menjadi salah satu faktor yang menyebabkan Fitch menurunkan peringkat utang AS. Moderasi pada laporan pekerjaan memicu perdebatan tentang apakah Federal Reserve dapat menahan suku bunga pada pertemuan di bulan September. Nonfarm Payrolls (Jul) lebih rendah dibandingkan estimasi, meningkat 187 ribu menyusul kenaikan serupa di bulan Juni. Di sisi lain Unemployment Rate dan Average Hourly Earnings (Jul) lebih baik dibandingkan perkiraan, masing-masing sebesar 3.5% dan 4.4% YoY. Dalam wawancaranya dengan Bloomberg, Presiden Fed Atlanta mengatakan bahwa The Fed tidak perlu untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut di tengah meredanya inflasi dan melambatnya data tenaga kerja. Imbal hasil UST ditutup naik menjadi 4.03% dari penutupan pekan sebelumnya 3.95%. 

 

Optimisme dukungan pemerintah China tidak mampu menopang sentimen di pasar saham Asia, kekhawatiran atas imbal hasil obligasi yang lebih tinggi setelah Fitch Ratings menurunkan peringkat utang AS memicu suasana risk-off di pasar saham. Aksi jual sektor teknologi menekan MSCI Asia Pacific yang turun 2.11% pekan lalu. China Caixin Manufacturing PMI turun ke level terendah dalam enam bulan ke level 49.2, sementara China Caixin PMI Services (Jul) lebih tinggi dari perkiraan dan bulan sebelumnya sebesar 54.1.  

 

Suasana risk-off pasar saham global turut mempengaruhi sentimen investor domestik di mana IHSG melemah 0.69% meskipun investor asing membukukan pembelian bersih mingguan senilai IDR2.94 triliun. BINDO terkoreksi 0.06% di mana imbal hasil obligasi pemerintah IDR tenor 10 tahun ditutup naik menjadi 6.34% dari penutupan pekan sebelumnya 6.28%. Aktivitas manufaktur melonjak pada bulan Juli didukung kuatnya permintaan dari dalam dan luar negeri, Manufacturing PMI naik menjadi 53.3 dari bulan sebelumnya 52.5. Inflasi terus melandai ke titik tengah sasaran BI 3% ± 1%, CPI (Jul) turun menjadi 3.08% YoY dari bulan sebelumnya 3.52%, sementara Core CPI (Jul) turun menjadi 2.43% YoY dari bulan sebelumnya 2.58%.


Pekan ini

Pekan ini akan menjadi pekan yang sibuk, berbagai rilis data ekonomi penting akan dikeluarkan oleh Amerika Serikat, China dan Indonesia. Dari AS, CPI (Jul) diperkirakan naik menjadi 3.3% YoY dari bulan sebelumnya 3.0%. Dari China, Export (Jul) diperkirakan melambat menjadi -13.2% YoY sementara Import (Jul) diperkirakan membaik menjadi -5.6% YoY. Dari Indonesia, PDB (2Q) diperkirakan tumbuh 3.70% QoQ dan 5.00% YoY dari kuartal sebelumnya -0.92% QoQ dan 5.03% YoY.   

 

 

 

Unduh Dokumen

 

 

  • IDB: BI mempertahankan suku bunga di 6%

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
  • IDB: Menjelang rilis pendapatan Nvidia

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
  • Seeking Alpha Februari 2024: Dampak penurunan Fed Funds Rate terhadap pasar saham Indonesia

    Seeking Alpha

    Baca selengkapnya
Lihat semua


Pekan ini

Pekan ini akan menjadi pekan yang sibuk, berbagai rilis data ekonomi penting akan dikeluarkan oleh Amerika Serikat, China dan Indonesia. Dari AS, CPI (Jul) diperkirakan naik menjadi 3.3% YoY dari bulan sebelumnya 3.0%. Dari China, Export (Jul) diperkirakan melambat menjadi -13.2% YoY sementara Import (Jul) diperkirakan membaik menjadi -5.6% YoY. Dari Indonesia, PDB (2Q) diperkirakan tumbuh 3.70% QoQ dan 5.00% YoY dari kuartal sebelumnya -0.92% QoQ dan 5.03% YoY.   

 

 

 

Unduh Dokumen

 

 

Confirm