Skip to main content
Back

Pelemahan Rupiah dan melonjaknya yield UST menekan pasar domestik

29 Oktober 2024


Global
Pekan ini pasar menantikan rilis laporan keuangan beberapa emiten besar AS dan juga data tenaga kerja AS di akhir pekan untuk mengkaji potensi pergerakan pasar ke depannya. Perusahaan 'magnificent seven' akan merilis laporan pekan ini termasuk Apple, Microsoft, Alphabet, Amazon, dan Meta yang memiliki bobot kumulatif sekitar 20% dalam indeks S&P 500 sehingga dapat mempengaruhi kinerja pasar. Indeks S&P 500 ditutup naik 0.27% dan imbal hasil UST 10Y naik dari 4.24% ke 4.28%. Sementara itu harga minyak Brent turun 6% ke level USD71 per barel setelah Israel tidak menyerang fasilitas produksi minyak Iran.   

Asia
Pasar saham kawasan Asia mencatat penguatan, dengan indeks MSCI Asia Pacific ditutup naik 0.26%, mengakhiri pelemahan 5 hari beruntun. Mayoritas pasar mencatat penguatan, dengan pasar Jepang menjadi penopang kinerja seiring dengan pelemahan Yen yang mendukung sentimen terhadap perusahaan eksportir Jepang. Indeks Topix ditutup naik 1.5%. Sementara itu data industrial profit China mengalami kontraksi -27.1% YoY di September, lebih dalam dari -17% di bulan sebelumnya. 

Indonesia

Pasar domestik relatif melemah, di mana indeks IDX80 turun 0.64% dan indeks obligasi BINDO turun 0.15% di tengah naiknya imbal hasil US Treasury dan USD. Nilai tukar Rupiah tertekan, melemah 0.5% ke level 15,725/USD mencapai level terlemah sejak Agustus. Imbal hasil SBN 10Y naik dari 6.75% ke 6.82%. Investor asing mencatat penjualan bersih IDR250 miliar di pasar saham.

 



Unduh Dokumen

29 Oktober 2024


Global
Pekan ini pasar menantikan rilis laporan keuangan beberapa emiten besar AS dan juga data tenaga kerja AS di akhir pekan untuk mengkaji potensi pergerakan pasar ke depannya. Perusahaan 'magnificent seven' akan merilis laporan pekan ini termasuk Apple, Microsoft, Alphabet, Amazon, dan Meta yang memiliki bobot kumulatif sekitar 20% dalam indeks S&P 500 sehingga dapat mempengaruhi kinerja pasar. Indeks S&P 500 ditutup naik 0.27% dan imbal hasil UST 10Y naik dari 4.24% ke 4.28%. Sementara itu harga minyak Brent turun 6% ke level USD71 per barel setelah Israel tidak menyerang fasilitas produksi minyak Iran.   

Asia
Pasar saham kawasan Asia mencatat penguatan, dengan indeks MSCI Asia Pacific ditutup naik 0.26%, mengakhiri pelemahan 5 hari beruntun. Mayoritas pasar mencatat penguatan, dengan pasar Jepang menjadi penopang kinerja seiring dengan pelemahan Yen yang mendukung sentimen terhadap perusahaan eksportir Jepang. Indeks Topix ditutup naik 1.5%. Sementara itu data industrial profit China mengalami kontraksi -27.1% YoY di September, lebih dalam dari -17% di bulan sebelumnya. 

Indonesia

Pasar domestik relatif melemah, di mana indeks IDX80 turun 0.64% dan indeks obligasi BINDO turun 0.15% di tengah naiknya imbal hasil US Treasury dan USD. Nilai tukar Rupiah tertekan, melemah 0.5% ke level 15,725/USD mencapai level terlemah sejak Agustus. Imbal hasil SBN 10Y naik dari 6.75% ke 6.82%. Investor asing mencatat penjualan bersih IDR250 miliar di pasar saham.

 



Unduh Dokumen

  • IWH: Akselerasi pertumbuhan ekonomi AS mengangkat sentimen pasar

    Investment Weekly Highlights

    Baca selengkapnya
  • Seeking Alpha Desember 2025: Meneropong potensi pasar finansial 2026

    Seeking Alpha

    Baca selengkapnya
  • IWH: Menunggu Rapat Bank Indonesia

    Investment Weekly Highlights

    Baca selengkapnya
Lihat semua
Informasi libur

Menyambut Tahun Baru 2026, kantor kami tidak beroperasi pada 31 Desember 2025 s.d. 1 Januari 2026 dan akan kembali beroperasi pada 2 Januari 2026. Selengkapnya

View more
Siaran Pers

Manulife Wealth & Asset Management Akuisisi Schroders Indonesia. Selengkapnya.

View more
Informasi libur

Menyambut Tahun Baru 2026, kantor kami tidak beroperasi pada 31 Desember 2025 s.d. 1 Januari 2026 dan akan kembali beroperasi pada 2 Januari 2026. Selengkapnya

View more
Siaran Pers

Manulife Wealth & Asset Management Akuisisi Schroders Indonesia. Selengkapnya.

View more