Skip to main content
Back

Pasar saham AS menguat meski inflasi lebih tinggi dari perkiraan

13 Maret, 2024

 

Global

Pasar saham Amerika Serikat kembali menguat ke rekor tertinggi pada perdagangan di hari Selasa, mengabaikan laporan inflasi yang lebih tinggi dibandingkan perkiraan. S&P 500 naik 1.12% dengan tujuh dari sebelas kelompok industri berada di zona hijau dipimpin oleh IT. Nasdaq naik 1.54%. Inflasi utama melampaui perkiraan untuk bulan kedua di bulan Februari karena melonjaknya harga mobil bekas, perjalanan udara dan pakaian. Hal ini memperkuat pendekatan hati-hati Federal Reserve dalam memangkas suku bunga. Inflasi inti, tidak termasuk biaya makanan dan energi tumbuh 0.4% MoM dan 3.8% YoY. Sementara inflasi umum CPI tumbuh 3.2% YoY. Rilis data ekonomi sebelumnya menunjukkan bahwa lapangan kerja AS melampaui ekspektasi pada bulan Februari sementara kenaikan upah melambat memberikan sinyal pertumbuhan ekonomi yang sehat dan inflasi yang lebih lemah. Nonfarm Payrolls (Feb) tumbuh lebih tinggi dibandingkan perkiraan sebesar 275 ribu dan Average Hourly Earnings (Feb) tumbuh 4.3% YoY. Imbal hasil UST 10 tahun naik ke level 4.15%.

 

Asia

Pasar saham Asia menghapus kerugian sebelumnya dibantu oleh lonjakan saham China, pelaku pasar mencari petunjuk dari bank sentral Jepang mengenai arah kebijakan suku bunganya minggu depan. MSCI Asia Pacific naik 0.26%. Saham teknologi China seperti Tencent dan Alibaba menjadi kontributor terbesar didukung optimisme langkah penyelamatan yang dilakukan oleh pemerintah, data ekonomi yang lebih baik dan kembalinya arus masuk asing mendukung harapan bahwa pasar sedang mencapai titik terendahnya. Rilis data CPI (Feb) tumbuh lebih tinggi di atas estimasi sebesar 0.7% YoY, sementara PPI (Feb) terkontraksi lebih dalam dibandingkan perkiraan sebesar -2.7% YoY.

 

Indonesia

Pada perdagangan di akhir pekan indeks IDX80 menguat di hari ketiga sebesar 0.18%, sementara BINDO menguat di hari kedua sebesar 0.01%. Investor asing di pasar saham membukukan pembelian bersih senilai IDR1.24 triliun. Imbal hasil obligasi pemerintah IDR tenor 10 tahun turun ke level 6.62%.

 



Unduh Dokumen



13 Maret, 2024

 

Global

Pasar saham Amerika Serikat kembali menguat ke rekor tertinggi pada perdagangan di hari Selasa, mengabaikan laporan inflasi yang lebih tinggi dibandingkan perkiraan. S&P 500 naik 1.12% dengan tujuh dari sebelas kelompok industri berada di zona hijau dipimpin oleh IT. Nasdaq naik 1.54%. Inflasi utama melampaui perkiraan untuk bulan kedua di bulan Februari karena melonjaknya harga mobil bekas, perjalanan udara dan pakaian. Hal ini memperkuat pendekatan hati-hati Federal Reserve dalam memangkas suku bunga. Inflasi inti, tidak termasuk biaya makanan dan energi tumbuh 0.4% MoM dan 3.8% YoY. Sementara inflasi umum CPI tumbuh 3.2% YoY. Rilis data ekonomi sebelumnya menunjukkan bahwa lapangan kerja AS melampaui ekspektasi pada bulan Februari sementara kenaikan upah melambat memberikan sinyal pertumbuhan ekonomi yang sehat dan inflasi yang lebih lemah. Nonfarm Payrolls (Feb) tumbuh lebih tinggi dibandingkan perkiraan sebesar 275 ribu dan Average Hourly Earnings (Feb) tumbuh 4.3% YoY. Imbal hasil UST 10 tahun naik ke level 4.15%.

 

Asia

Pasar saham Asia menghapus kerugian sebelumnya dibantu oleh lonjakan saham China, pelaku pasar mencari petunjuk dari bank sentral Jepang mengenai arah kebijakan suku bunganya minggu depan. MSCI Asia Pacific naik 0.26%. Saham teknologi China seperti Tencent dan Alibaba menjadi kontributor terbesar didukung optimisme langkah penyelamatan yang dilakukan oleh pemerintah, data ekonomi yang lebih baik dan kembalinya arus masuk asing mendukung harapan bahwa pasar sedang mencapai titik terendahnya. Rilis data CPI (Feb) tumbuh lebih tinggi di atas estimasi sebesar 0.7% YoY, sementara PPI (Feb) terkontraksi lebih dalam dibandingkan perkiraan sebesar -2.7% YoY.

 

Indonesia

Pada perdagangan di akhir pekan indeks IDX80 menguat di hari ketiga sebesar 0.18%, sementara BINDO menguat di hari kedua sebesar 0.01%. Investor asing di pasar saham membukukan pembelian bersih senilai IDR1.24 triliun. Imbal hasil obligasi pemerintah IDR tenor 10 tahun turun ke level 6.62%.

 



Unduh Dokumen



  • IDB: Fed memberi sinyal penundaan penurunan suku bunga

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
  • Investment note: Tensi geopolitik Timur Tengah terkini

    Baca selengkapnya
  • IDB: Eskalasi konflik geopolitik & data ekonomi AS yang kuat membayangi pasar finansial global

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
Lihat semua

Waspada modus penipuan mengatasnamakan MAMI. Selengkapnya

View more

Waspada modus penipuan mengatasnamakan MAMI. Selengkapnya

View more
Confirm