Skip to main content
Back

Pasar Saham AS Mencetak Rekor Penutupan Tertinggi

1 November, 2021

Pekan Lalu

Pasar saham Amerika Serikat melanjutkan penguatan dan mencetak rekor penutupan tertinggi pada penutupan perdagangan di akhir bulan Oktober – selama satu minggu kemarin S&P 500 naik 1.33%, Dow Jones naik 0.40% sementara Nasdaq naik 2.71% – didukung sentimen positif earnings perusahaan. Sejauh ini laporan keuangan emiten yang positif, mengesampingkan sentimen inflasi dan kendala rantai pasokan. Ekonomi AS (3Q) tumbuh 2% QoQ annualized, turun dari 6.7% dan juga lebih rendah dari ekspaktasi 2.6%. Personal consumption hanya tumbuh 1.6% dibanding 12% di kuartal sebelumnya di tengah meningkatnya kasus COVID-19 dan kendala rantai pasokan. Data ekonomi lain yang dirilis adalah Personal Spending (Sep) tumbuh sesuai ekspektasi sebesar 0.6% dan Consumer Confidence (Oct) naik ke 113.8 dari sebelumnya 109.8. Di minggu ini pelaku pasar menantikan rapat bank sentral dari Amerika Serikat, Inggris dan Australia. Pada rapat kali ini bank sentral AS diperkirakan akan memutuskan untuk mengurangi program pembelian asetnya. Imbal hasil UST 10 tahun turun dari 1.63% pada penutupan pekan sebelumnya menjadi 1.55%. 

Pasar saham Asia melemah pada perdagangan pekan lalu, MSCI Asia Pacific turun 1.47%. Pasar saham kawasan Asia melemah di tengah kekhawatiran pertumbuhan ekonomi yang melambat dan inflasi yang meningkat. Wacana akan diterapkannya pajak properti oleh pemerintah China dan pelarangan China Telecom untuk beroperasi di Amerika Serikat membebani sentimen pasar. Data ekonomi yang dirilis China adalah Industrial Profits (Oct) tumbuh 16.3% YoY naik dari sebelumnya 10.1%.

Pasar saham Indonesia turut melemah pada perdagangan pekan lalu, IHSG turun 0.79%. Aksi ambil untung investor domestik menekan kinerja pasar saham, investor asing membukukan pembelian bersih mingguan senilai IDR3.20 triliun. Imbal hasil obligasi pemerintah IDR tenor 10 tahun turun dari 6.06% pada penutupan pekan sebelumnya menjadi 6.05%.

 

Pekan Ini

Pekan ini rapat FOMC menjadi peristiwa yang paling ditunggu oleh pelaku pasar, Fed diperkirakan akan mengumumkan rencana dimulainya pengurangan program pembelian aset. Konsensus memperkirakan PDB Indonesia (3Q) tumbuh 3.85% YoY turun dari pertumbuhan kuartal sebelumnya sebesar 7.07% YoY.

 

Unduh Dokumen

  • IDB: Pemerintah berkomitmen menjaga disiplin fiskal

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
  • IWH: Outlook defisit fiskal AS melebar

    Investment Weekly Highlights

    Baca selengkapnya
  • IDB: Pelemahan sektor teknologi menekan kinerja pasar saham global

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
Lihat semua

Waspada modus penipuan mengatasnamakan MAMI. Selengkapnya

View more

Pastikan untuk membeli Reksa Dana Manulife melalui MAMI atau mitra distribusi kami. 

View more

Waspada modus penipuan mengatasnamakan MAMI. Selengkapnya

View more

Pastikan untuk membeli Reksa Dana Manulife melalui MAMI atau mitra distribusi kami. 

View more