28 Juni, 2022
Global – Bursa saham Amerika Serikat memulai perdagangan di awal pekan dengan sesi yang fluktuatif sebelum akhirnya berakhir di zona merah; S&P 500 turun 0.30%, Dow Jones turun 0.20% dan Nasdaq turun 0.72%. Consumer discretionary and communication services memimpin pelemahan pasar saham. Kekhawatiran mengenai lonjakan inflasi dan potensi resesi ekonomi kembali membayangi pasar. Data ekonomi yang dirilis adalah Durable Goods Orders (May P) tumbuh lebih tinggi dibandingkan perkiraan dan bulan sebelumnya sebesar 0.7%. Imbal hasil UST 10 tahun naik menjadi 3.19%.
Asia – Bursa saham Asia menguat didorong oleh saham teknologi seiring dengan meredanya kekhawatiran resesi yang menopang sentimen, MSCI Asia Pacific naik 1.53%. Pasar saham dengan bobot teknologi yang besar seperti Taiwan dan Korea Selatan melanjutkan penguatannya. China Industrial Profits (May) mengalami kontraksi lebih baik dibandingkan bulan sebelumnya sebesar -6.5% YoY.
Indonesia – Didera aksi jual investor asing, IHSG melemah 0.38%, sementara BINDO menguat 0.29%. Investor asing di pasar saham membukukan penjualan bersih senilai IDR1.31 triliun. Imbal hasil obligasi pemerintah IDR tenor 10 tahun turun ke level 7.27%.
*Menggunakan data penutupan tanggal 24 Juni 2022
Catatan: Penulisan angka pada publikasi ini menggunakan format Bahasa Inggris. Sumber: Bloomberg.
IWH: Fokus utama The Fed untuk menjaga laju inflasi
Investment Weekly Highlights
IWH: Komunikasi kebijakan Indonesia dan kesepakatan geopolitik AS - Iran menopang pasar
Investment Weekly Highlights
Seeking Alpha Juni 2026: Mencari alpha di Asia Pasifik
Seeking Alpha
*Menggunakan data penutupan tanggal 24 Juni 2022
Catatan: Penulisan angka pada publikasi ini menggunakan format Bahasa Inggris. Sumber: Bloomberg.