Skip to main content
Back

Pasar memperhitungkan Fed Funds Rate naik lebih tinggi

27 Februari, 2023

 

Pekan lalu

Pasar saham global melemah pekan lalu memperhitungkan kemungkinan The Fed akan mempertahankan kebijakan restriktif dan tingkat suku bunga dapat naik lebih tinggi dari ekspektasi sebelumnya. Data inflasi, tenaga kerja, dan penjualan ritel yang lebih kuat dari perkiraan mendorong ekspektasi pasar bahwa The Fed akan tetap restriktif. Selain itu risalah rapat FOMC juga mengindikasikan bahwa kenaikan suku bunga lebih lanjut dapat terjadi walau ada risiko resesi. Saat ini pasar memperkirakan The Fed dapat menaikkan suku bunga ke level 5.50% lebih tinggi dari ekspektasi sebelumnya di 5.25%. Pasar saham AS melemah pekan lalu, di mana indeks S&P 500 turun 2.67% dan indeks Dow Jones turun 2.99%. Imbal hasil UST 10Y naik dari 3.82% ke 3.94%.

Pasar saham kawasan Asia tertekan oleh ekspektasi The Fed dapat menaikkan suku bunga lebih tinggi dari perkiraan. Di sisi lain, saham sektor teknologi Asia tertopang oleh ekspektasi positif dari pengembangan AI yang semakin memerlukan prosesor komputer yang canggih. Indeks MSCI Asia Pacfic melemah 2.40%, sementara pasar China ditutup positif, di mana indeks Shanghai Composite naik 1.34% dan CSI 300 naik 0.66%.

Pasar Indonesia juga tertekan dibayangi oleh pelemahan sentimen global. IHSG melemah 0.57% dengan sektor teknologi dan keuangan mencatat pelemahan terdalam. Sementara itu investor asing mencatat pembelian bersih IDR305 miliar di pasar saham. Pasar obligasi juga melemah 0.26% dengan imbal hasil obligasi pemerintah 10Y naik dari 6.73% ke 6.80%. Data ekonomi yang dirilis di Indonesia relatif positif, di mana neraca pembayaran (4Q) mencatatkan surplus USD4.70 miliar ditopang oleh surplus transaksi berjalan dan perbaikan defisit transaksi modal dan finansial. Transaksi berjalan mencatatkan surplus sebesar USD4.30 miliar atau setara 1.3% dari PDB.


Pekan ini

Pekan ini pasar akan memperhatikan data konsumen AS, terutama setelah beberapa perusahaan ritel memiliki pandangan yang berhati-hati terhadap outlook belanja konsumen. Di kawasan Asia pasar akan memperhatikan data PMI China untuk menganalisis perkembangan pemulihan ekonomi. Konsensus pasar memperkirakan perbaikan di data PMI China.

Di pasar domestik, pasar menantikan data inflasi Februari, di mana konsensus pasar memperkirakan inflasi bulanan turun ke 0.3%, namun inflasi tahunan naik ke 5.50%.

 

 

Unduh Dokumen

 

 

  • Investment note: Tensi geopolitik Timur Tengah terkini

    Baca selengkapnya
  • IDB: Eskalasi konflik geopolitik & data ekonomi AS yang kuat membayangi pasar finansial global

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
  • IDB: Kekhawatiran suku bunga & konflik geopolitik membayangi pasar saham global

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
Lihat semua


Pekan ini

Pekan ini pasar akan memperhatikan data konsumen AS, terutama setelah beberapa perusahaan ritel memiliki pandangan yang berhati-hati terhadap outlook belanja konsumen. Di kawasan Asia pasar akan memperhatikan data PMI China untuk menganalisis perkembangan pemulihan ekonomi. Konsensus pasar memperkirakan perbaikan di data PMI China.

Di pasar domestik, pasar menantikan data inflasi Februari, di mana konsensus pasar memperkirakan inflasi bulanan turun ke 0.3%, namun inflasi tahunan naik ke 5.50%.

 

 

 

Unduh Dokumen

 

 

Confirm