Skip to main content
Back

S&P Ratings soroti risiko fiskal Indonesia

2 Maret 2026


Pasar saham Amerika Serikat melemah pekan lalu dibayangi oleh ketidakpastian kebijakan tarif dan kekhawatiran disrupsi AI. Mahkamah Agung AS membatalkan tarif resiprokal Presiden Trump yang mendorong beberapa negara untuk menahan ratifikasi perjanjian dagang dengan AS, seperti Uni Eropa dan India. Selain itu pasar juga dikhawatirkan oleh riset dari Citrini Research yang memperkirakan potensi disrupsi AI pada beberapa sektor seperti finansial dan software. Kekhawatiran dirupsi AI terus membayangi sektor teknologi, dan laporan earnings yang positif dari Nvidia tidak dapat mengangkat sentimen pasar. Terdapat ketidakpastian pasar apakah tingkat belanja modal AI yang tinggi dapat terjadi berkelanjutan. Sementara itu di akhir pekan, tensi geopolitik Timur Tengah memanas setelah AS dan Israel melancarkan operasi militer terhadap Iran. Harga minyak Brent melonjak +7.1% di Senin pagi ke level USD77.63 per barel di tengah kekhawatiran disrupsi jalur pasokan minyak di selat Hormuz. Indeks S&P 500 ditutup turun -0.44% pekan lalu dan imbal hasil UST 10Y turun dari 4.09% ke 3.94%.

Berlawanan dengan kinerja pasar AS, pasar saham kawasan Asia mencatat kinerja positif pekan lalu dengan indeks MSCI Asia Pacific naik +2.86%. Negara Asia dipandang diuntungkan dari potensi perubahan tarif menjadi lebih rendah, di mana beberapa negara sebelumnya mendapat tarif >15% seperti Brazil, China, India, dan Indonesia. Di sisi lain, beberapa negara barat seperti UK dan Uni Eropa dapat mengalami kenaikan tarif karena sebelumnya kesepakatan tarif resiprokal di level 10%. Sektor teknologi menjadi pendorong kinerja pasar Asia pekan lalu. Kekhawatiran disrupsi AI dipandang tidak berpengaruh pada emiten teknologi Asia yang didominasi oleh produsen hardware. Data konsumsi libur Imlek di China menujukkan peningkatan, di mana data konsumsi pariwisata tumbuh +18.9% YoY ke CNY803.5 miliar di tahun ini.

Di domestik, S&P Global Ratings menyoroti meningkatnya tekanan fiskal pemerintah yang dapat menjadi risiko terhadap peringkat utang Indonesia. S&P menegaskan bahwa rasio pembayaran bunga utang berisiko melampaui batas aman 15% dari pendapatan pemerintah, dan jika terjadi secara berkelanjutan dapat memicu pandangan negatif terhadap peringkat Indonesia. Indeks saham IDX80 melemah -0.75% dan IHSG -0.44%. Investor asing mencatat pembelian bersih IDR4.89 triliun di pasar saham. Sementara itu indeks obligasi BINDO menguat +0.19% pekan lalu dengan imbal hasil SBN 10Y turun dari dari 6.46% ke 6.42%.

aa

 

 

Unduh Dokumen

 

 

Lihat semua

 

 

Unduh Dokumen

 

 

Waspada modus penipuan mengatasnamakan MAMI. Selengkapnya

View more
Siaran Pers

Manulife Wealth & Asset Management Akuisisi Schroders Indonesia. Selengkapnya.

View more

Waspada modus penipuan mengatasnamakan MAMI. Selengkapnya

View more
Siaran Pers

Manulife Wealth & Asset Management Akuisisi Schroders Indonesia. Selengkapnya.

View more