Skip to main content
Back

Pandangan suku bunga telah mencapai puncak mendorong pasar finansial global

4 Desember, 2023

​Pekan lalu​

 

Pasar saham Amerika Serikat melanjutkan penguatan di minggu kelima – selama sepekan S&P 500 naik 0.77%, Dow Jones naik 2.42% dan Nasdaq naik 0.38% – didorong pandangan bahwa suku bunga telah mencapai puncaknya di tengah meredanya tekanan terhadap inflasi. PCE Core (Oct) turun menjadi 3.5% YoY dari sebelumnya 3.7%. Dalam sebuah acara di Atlanta, Jerome Powell mengatakan bahwa kebijakan suku bunga sudah memasuki wilayah restriktif namun masih mempertahankan opsi untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut. Pada kesempatan tersebut Powell menolak potensi pemangkasan suku bunga pada 1H24. Pernyataan tersebut muncul sebelum dimulainya masa tenang menjelang keputusan suku bunga pada 13 Desember ketika The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah di level 5.25-5.50%. Data ekonomi yang dirilis adalah New Home Sales (Oct) turun menjadi 679 ribu lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya 719 ribu, US PDB Annualized (3Q) tumbuh 5.2% QoQ melampaui perkiraan sebelumnya 4.9% dan ISM Manufacturing (Nov) lebih rendah dibandingkan estimasi sebesar 46.7. Imbal hasil UST 10 tahun ditutup turun ke level 4.19% dari penutupan pekan
sebelumnya 4.46%.

 

Pasar saham Asia menguat di minggu ketiga seiring dengan turunnya imbal hasil UST yang mendukung selera risiko pasar, selama sepekan MSCI Asia Pacific naik 0.18%. Kekhawatiran terhadap kesehatan ekonomi China tetap membayangi sentimen, rilis data ekonomi cukup beragam yakni pertumbuhan laba industri melambat di bulan Oktober menjadi 2.7% YoY, sementara Caixin PMI Manufacturing (Nov) naik menjadi 50.7 dari bulan sebelumnya 49.5.

 

Pasar saham Indonesia menguat di minggu kelima, IHSG naik 0.72% sementara BINDO naik 0.19%. Investor asing di pasar saham membukukan pembelian bersih mingguan senilai IDR595.7 miliar. Imbal hasil obligasi pemerintah IDR tenor 10 tahun turun menjadi 6.61%. Data ekonomi yang dirilis adalah PMI Manufacturing (Nov) naik tipis ke level 51.7 di mana angka  ini merupakan perbaikan setelah indeks PMI terjun ke 51.5 di bulan Oktober yang menjadi level terendah dalam lima bulan terakhir. Sementara inflasi (Nov) naik menjadi 0.38% MoM dan 2.86% YoY. Kelompok pengeluaran penyebab inflasi bulanan terbesar adalah makanan, minuman dan tembakau.

 


Pekan ini

Rilis data sektor tenaga kerja AS pekan ini akan menjadi perhatian pasar menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve pada 13 Desember mendatang. 

 

 

 

Unduh Dokumen

 

 

  • IDB: Fed memberi sinyal penundaan penurunan suku bunga

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
  • Investment note: Tensi geopolitik Timur Tengah terkini

    Baca selengkapnya
  • IDB: Eskalasi konflik geopolitik & data ekonomi AS yang kuat membayangi pasar finansial global

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
Lihat semua


Pekan ini

Rilis data sektor tenaga kerja AS pekan ini akan menjadi perhatian pasar menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve pada 13 Desember mendatang. 

 

 

 

Unduh Dokumen

 

 

Waspada modus penipuan mengatasnamakan MAMI. Selengkapnya

View more

Waspada modus penipuan mengatasnamakan MAMI. Selengkapnya

View more
Confirm