Skip to main content
Back

Neraca Pembayaran Indonesia Membukukan Surplus USD2.4 Miliar

22 Agustus, 2022

 

Global – Bursa saham Amerika Serikat didera aksi jual di tengah kekhawatiran bahwa Federal Reserve akan mempertahankan sikapnya dalam memerangi inflasi – melanjutkan kenaikan suku bunga agresif – yang dapat mengarah pada perlambatan ekonomi; S&P 500 turun 1.29%, Dow Jones turun 0.86%, dan Nasdaq turun 2.01%. Imbal hasil UST 10 tahun naik ke level 2.97%. 

Asia – Bursa saham Asia melemah di hari kedua di tengah kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi China, MSCI Asia Pacific turun 0.82%. Kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi China kembali muncul setelah pemerintah merencanakan lebih banyak stimulus fiskal, dan rencana pemangkasan suku bunga pinjaman minggu depan.

Indonesia – Neraca pembayaran Indonesia mengalami surplus USD2.4 miliar pada 2Q-22, jumlah itu berbalik dari defisit USD1.8 miliar pada kuartal sebelumnya. Peningkatan kinerja tersebut didukung oleh surplus transaksi berjalan serta berkurangnya defisit transaksi modal, dan finansial. Neraca berjalan mencatatkan surplus USD3.9 miliar atau 1.1% dari PDB, di mana nilai tersebut naik siginifikan dari capaian kuartal sebelumnya USD0.4 miliar atau 0.1% dari PDB. IHSG terkoreksi 0.2% sementara BINDO ditutup tidak berubah. Investor asing di pasar saham membukukan pembelian bersih senilai IDR946.66 miliar. Imbal hasil obligasi pemerintah IDR tenor 10 tahun naik ke level 7.12%.

*Menggunakan data penutupan 18 Agustus 2022
Catatan: Penulisan angka pada publikasi ini menggunakan format Bahasa Inggris. Sumber: Bloomberg.

 

Unduh Dokumen

  • IDB: BI mempertahankan suku bunga di 6%

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
  • IDB: Menjelang rilis pendapatan Nvidia

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
  • Seeking Alpha Februari 2024: Dampak penurunan Fed Funds Rate terhadap pasar saham Indonesia

    Seeking Alpha

    Baca selengkapnya
Lihat semua

*Menggunakan data penutupan 18 Agustus 2022
Catatan: Penulisan angka pada publikasi ini menggunakan format Bahasa Inggris. Sumber: Bloomberg.

 

Unduh Dokumen

Confirm