Skip to main content
Back

Moderasi ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed

22 Januari, 2024

​Pekan lalu​

 

Pasar saham Amerika Serikat bergerak fluktuatif pekan lalu, di mana di awal pekan sentimen pasar melemah seiring dengan moderasi ekspektasi pemangkasan suku bunga. Beberapa pejabat bank sentral AS mengindikasikan masih terlalu dini untuk buru-buru memangkas suku bunga karena kondisi ekonomi yang sehat. Beberapa data ekonomi AS terkini mengafirmasi pandangan tersebut, di mana penjualan ritel dan klaim pengangguran lebih baik dari ekspektasi. Ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga agresif relatif mereda dengan probabilitas pemangkasan suku bunga di Maret turun menjadi 46% dari awal Januari di 81%. Namun kinerja indeks saham terangkat menjelang akhir pekan didukung oleh penguatan sektor teknologi, setelah produsen cip Taiwan, TSMC, memproyeksikan meningkatnya permintaan cip untuk AI. Penguatan ini mendorong indeks S&P 500 dan Nasdaq mencetak rekor penutupan tertinggi baru. Indeks S&P 500 ditutup positif 1.17% pekan lalu, dan imbal hasil UST 10Y naik dari 3.94% ke 4.12%.

 

Pasar saham kawasan Asia melemah pekan lalu di tengah perubahan ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga. Indeks MSCI Asia Pacific ditutup turun 2.24% pekan lalu. Kinerja indeks terutama dipengaruhi oleh pelemahan China setelah data ekonomi mengecewakan pasar. PDB Q4 China tumbuh 5.2% YoY, di bawah ekspektasi 5.3%. Selain itu data penjualan ritel dan penjualan properti juga mengecewakan yang mengindikasikan aktivitas ekonomi domestik tetap lemah. Pelemahan indeks sedikit dimitigasi oleh penguatan sektor teknologi di akhir pekan setelah proyeksi dari TSMC yang positif untuk permintaan cip 2024. 

 

Di pasar domestik, Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan di 6% sesuai dengan ekspektasi pasar. BI mempertahankan fokusnya untuk menjaga stabilitas Rupiah dan mengindikasikan potensi pemangkasan suku bunga tentatif pada stabilitas Rupiah dan afirmasi inflasi telah terkendali. Neraca perdagangan Desember di luar dugaan mencatatkan surplus yang tinggi sebesar USD3.30 miliar didukung surplus non-migas seperti bahan bakar mineral, lemak dan minyak nabati, serta besi baja. Indeks saham IDX80 ditutup turun 0.61% pekan lalu, dengan investor asing mencatat pembelian bersih IDR242 miliar. Sementara itu pasar obligasi menguat 0.22% dengan imbal hasil SBN 10Y turun dari 6.66% ke 6.62%.

 


Pekan ini

Pekan ini pasar akan memperhatikan beberapa rilis data penting di AS sebelum rapat FOMC di pekan depan. Perhatian utama pada data PCE, yang merupakan acuan inflasi bagi The Fed, diperkirakan stabil di 2.6% YoY, sementara PCE inti turun dari 3.2% YoY ke 3.0% YoY. Selain itu data pertumbuhan ekonomi juga akan menjadi perhatian, di mana konsensus memperkirakan pertumbuhan PDB Q4 AS di 2.0%.

 

Tidak hanya di AS, pasar juga akan memperhatikan kebijakan moneter di Eropa dan Jepang. Di Eropa pasar akan memperhatikan komentar terkait outlook suku bunga, sementara itu di Jepang pasar akan menantikan komentar terkait potensi normalisasi kebijakan suku bunga negatif Jepang.

 

 

 

Unduh Dokumen

 

 

  • Investment note: Tensi geopolitik Timur Tengah terkini

    Baca selengkapnya
  • IDB: Eskalasi konflik geopolitik & data ekonomi AS yang kuat membayangi pasar finansial global

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
  • IDB: Kekhawatiran suku bunga & konflik geopolitik membayangi pasar saham global

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
Lihat semua


Pekan ini

Pekan ini pasar akan memperhatikan beberapa rilis data penting di AS sebelum rapat FOMC di pekan depan. Perhatian utama pada data PCE, yang merupakan acuan inflasi bagi The Fed, diperkirakan stabil di 2.6% YoY, sementara PCE inti turun dari 3.2% YoY ke 3.0% YoY. Selain itu data pertumbuhan ekonomi juga akan menjadi perhatian, di mana konsensus memperkirakan pertumbuhan PDB Q4 AS di 2.0%.

 

Tidak hanya di AS, pasar juga akan memperhatikan kebijakan moneter di Eropa dan Jepang. Di Eropa pasar akan memperhatikan komentar terkait outlook suku bunga, sementara itu di Jepang pasar akan menantikan komentar terkait potensi normalisasi kebijakan suku bunga negatif Jepang.

 

 

 

Unduh Dokumen

 

 

Confirm