Skip to main content
Back

Meredanya inflasi memperkuat pandangan The Fed sudah mencapai puncak suku bunga

20 November, 2023

​Pekan lalu​

 

Meredanya tekanan inflasi yang memicu keyakinan Federal Reserve tidak akan menaikkan suku bunga lebih lanjut mendorong penguatan pada pasar saham Amerika Serikat. Selama sepekan S&P 500 naik 2.24%. Inflasi pada bulan Oktober baik di tingkat konsumen maupun produsen menunjukkan penurunan, Core CPI turun menjadi 4.0% YoY dari bulan sebelumnya 4.1%, sementara PPI turun menjadi 1.3% YoY dari bulan sebelumnya 2.2%. Data terbaru kembali menunjukkan penurunan di pasar tenaga kerja, jobless claims meningkat lebih dari perkiraan menjadi 231 ribu vs estimasi 220 ribu. Industrial Production (Oct) mengalami kontraksi lebih dalam dari estimasi sebesar 0.6% MoM. Rilis data ekonomi terkini dapat memberikan gambaran kondisi ekonomi yang bisa memengaruhi kebijakan The Fed di rapat FOMC pertengahan Desember. Imbal hasil UST 10 tahun ditutup turun ke level 4.43% dari penutupan pekan sebelumnya 4.65%.

 

Harapan soft landing Amerika Serikat serta sentimen positif dari kawasan Asia seperti data ekonomi China yang lebih baik dari estimasi dan larangan short-selling di Korea Selatan mendorong kenaikan pada pasar saham Asia. MSCI Asia Pacific naik 3.21% pekan lalu. Retail Sales China tumbuh 7.6% YoY lebih tinggi dari ekspektasi 7% dan Industrial Production tumbuh 4.6% YoY, lebih tinggi dari ekspektasi 4.6%. Pasar juga merespons positif injeksi likuiditas bank sentral China terbesar sejak 2016, mencapai CNY1.45 triliun. China juga berencana untuk memberikan stimulus kredit murah mencapai CNY1 triliun program perumahan terjangkau untuk mendukung sektor properti.

 

Pasar finansial Indonesia turut menguat IHSG naik 2.47% sementara BINDO naik 1.01%, sentimen global yang lebih kondusif mendukung aksi beli investor asing di pasar saham yang membukukan pembelian bersih mingguan senilai IDR707.9 miliar. Neraca perdagangan (Oct) membukukan surplus lebih tinggi dari estimasi sebesar USD3.48 miliar, di mana ekspor dan impor terkontraksi lebih baik dibandingkan estimasi, masing-masing sebesar -10.43% YoY dan -2.42% YoY. Imbal hasil obligasi pemerintah IDR tenor 10 tahun ditutup turun ke level 6.63% dari penutupan pekan sebelumnya 6.85%.


Pekan ini

Pekan ini perhatian pelaku pasar domestik tertuju pada data neraca pembayaran kuartal tiga yang diperkirakan kembali mengalami defisit sebesar USD1.81 miliar dan suku bunga BI diperkirakan akan tetap dipertahankan di level 6.0%.

 

 

 

Unduh Dokumen

 

 

  • IDB: Sentimen pasar positif menjelang rilis pendapatan Nvidia

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
  • Seeking Alpha Mei 2024: Pasar obligasi setelah kenaikan BI Rate dan ‘Higher for longer’ The Fed

    Seeking Alpha

    Baca selengkapnya
  • IWH: Moderasi inflasi AS mengangkat sentimen pasar global

    Investment Weekly Highlights

    Baca selengkapnya
Lihat semua


Pekan ini

Pekan ini perhatian pelaku pasar domestik tertuju pada data neraca pembayaran kuartal tiga yang diperkirakan kembali mengalami defisit sebesar USD1.81 miliar dan suku bunga BI diperkirakan akan tetap dipertahankan di level 6.0%.

 

 

 

Unduh Dokumen

 

 

Informasi libur

Menyambut Hari Raya Waisak 2568 BE, kantor kami tidak beroperasi pada 23-24 Mei 2024 dan akan kembali beroperasi pada 27 Mei 2024. Selengkapnya

View more

Waspada modus penipuan mengatasnamakan MAMI. Selengkapnya

View more
Informasi libur

Menyambut Hari Raya Waisak 2568 BE, kantor kami tidak beroperasi pada 23-24 Mei 2024 dan akan kembali beroperasi pada 27 Mei 2024. Selengkapnya

View more

Waspada modus penipuan mengatasnamakan MAMI. Selengkapnya

View more
Confirm