Skip to main content
Back

Menantikan Data Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

5 Agustus, 2022

 

Global – Pasar saham Amerika Serikat bergerak fluktuatif di tengah komentar pejabat The Fed bahwa suku bunga harus tetap naik untuk menanggulangi inflasi. Presiden Cleveland Fed Loretta Mester mengatakan suku bunga harus naik ke kisaran 4%. Sementara itu pasar juga menantikan data nonfarm payroll AS akhir pekan ini, di mana konsensus memperkirakan 250 ribu pekerja baru di Juli. Indeks S&P 500 ditutup turun 0.08% dan imbal hasil UST 10Y turun dari 2.70% ke 2.68%.

Asia – Mayoritas pasar saham kawasan Asia menguat didukung meredanya kekhawatiran tensi geopolitik Taiwan. Selain itu rebound di sektor teknologi AS juga mengangkat sentimen terhadap sektor teknologi Asia. Secara keseluruhan indeks MSCI Asia Pacific ditutup naik 0.89%.

Indonesia – IHSG ditutup naik 0.15% dengan sektor teknologi mencatat penguatan tertinggi. Investor asing mencatat pembelian bersih IDR1.1 triliun di pasar saham. Pasar obligasi ditutup naik 0.01% dengan imbal hasil obligasi pemerintah 10Y stabil di kisaran 7.21%. Hari ini pasar menantikan rilis data pertumbuhan ekonomi Q2 yang diperkirakan tumbuh 5.17%.

*Menggunakan data penutupan tanggal 3 Agustus 2022
Catatan: Penulisan angka pada publikasi ini menggunakan format Bahasa Inggris. Sumber: Bloomberg.

 

Unduh Dokumen

  • Investment note: Tensi geopolitik Timur Tengah terkini

    Baca selengkapnya
  • IDB: Eskalasi konflik geopolitik & data ekonomi AS yang kuat membayangi pasar finansial global

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
  • IDB: Kekhawatiran suku bunga & konflik geopolitik membayangi pasar saham global

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
Lihat semua

*Menggunakan data penutupan tanggal 3 Agustus 2022
Catatan: Penulisan angka pada publikasi ini menggunakan format Bahasa Inggris. Sumber: Bloomberg.

 

Unduh Dokumen

Confirm