Skip to main content
Back

Ketegangan Timur Tengah & Kenaikan imbal hasil UST menekan pasar finansial

23 Oktober, 2023

​Pekan lalu​

 

Bursa saham Amerika Serikat membukukan penurunan mingguan terbesar dalam sebulan di tengah meningkatnya ketegangan Timur Tengah dan kenaikan imbal hasil UST. S&P 500 turun 2.39%, Dow Jones turun 1.61% dan Nasdaq turun 3.16%. Ketua The Fed Jerome Powell memberi sinyal potensi jeda kenaikan suku bunga di rapat November dan menyatakan imbal hasil US Treasury yang melonjak signifikan mengurangi potensi kenaikan suku bunga lanjutan. Namun, Powell tetap terbuka terhadap potensi kenaikan lebih lanjut tergantung pada kondisi ekonomi. Aksi jual pada US Treasury mendorong imbal hasil 10 tahun naik ke level tertinggi sejak tahun 2007 pada akhir pekan ditutup di level 4.91%. Data ekonomi yang dirilis adalah Retail Sales (Sep) tumbuh lebih kuat dari ekspektasi sebesar 0.7% MoM dan Jobless Claims (Oct 14) lebih baik dari ekspektasi di 198 ribu.

 

Baiknya data pertumbuhan ekonomi China tidak mampu mengangkat sentimen pasar saham Asia, di mana PDB China (3Q) tumbuh diatas estimasi sebesar 4.9% YoY didorong oleh meningkatnya konsumsi masyarakat mulai dari restoran, minuman beralkohol, hingga mobil, mengimbangi hambatan yang disebabkan oleh krisis properti. Dalam sepekan MSCI Asia Pacific turun 2.72%. Industrial Production dan Retail Sales China (Sep) tumbuh lebih tinggi dibandingkan estimasi, masing-masing sebesar 4.5% YoY dan 5.5% YoY. 

 

Di luar ekspektasi Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan sebesar 25bps menjadi 6%. BI menyatakan kenaikan suku bunga bertujuan untuk memperkuat kebijakan stabilisasi Rupiah. Di tengah berbagai tantangan IHSG melemah 1.12% sementara BINDO melemah 0.84%. Investor asing di pasar saham membukukan penjualan bersih mingguan senilai IDR3.31 triliun. Imbal hasil obligasi pemerintah IDR tenor 10 tahun naik menjadi 7.10%. Neraca perdagangan (Sep) naik lebih tinggi dibandingkan estimasi dan bulan sebelumnya sebesar USD3.42 miliar. Ekspor dan impor turun lebih rendah dibandingkan estimasi masing-masing sebesar -16.17% YoY dan -12.45% YoY.


Pekan ini

Data ekonomi Amerika Serikat akan menjadi perhatian pasar terutama menjelang rapat FOMC yang akan diadakan tanggal 1 November.    

 

 

 

Unduh Dokumen

 

 

  • IDB: BI mempertahankan suku bunga di 6%

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
  • IDB: Menjelang rilis pendapatan Nvidia

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
  • Seeking Alpha Februari 2024: Dampak penurunan Fed Funds Rate terhadap pasar saham Indonesia

    Seeking Alpha

    Baca selengkapnya
Lihat semua


Pekan ini

Data ekonomi Amerika Serikat akan menjadi perhatian pasar terutama menjelang rapat FOMC yang akan diadakan tanggal 1 November.    

 

 

 

Unduh Dokumen

 

 

Confirm