Skip to main content
Back

Kekhawatiran suku bunga masih menjadi pemberat pasar

21 Agustus, 2023

​Pekan lalu​

 

Kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi China dan potensi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama menekan pasar saham Amerika Serikat. Dalam sepekan S&P 500 turun 2.11%, Dow Jones turun 2.21% dan Nasdaq turun 2.59%. Imbal hasil UST 10 tahun sempat melonjak ke level tertinggi sejak tahun 2007 sebesar 4.33% dipicu rilis risalah rapat The Fed yang menunjukkan kekhawatiran atas risiko kenaikan ‘signifikan’ terhadap inflasi di bulan Juli yang dapat mendorong kenaikan suku bunga lebih lanjut. Retail Sales (Jul) naik lebih tinggi dari perkiraan sebesar 0.7% MoM, menyoroti aktivitas konsumsi yang masih relatif kuat. Imbal hasil UST 10 tahun ditutup naik menjadi 4.25% dari penutupan pekan sebelumnya 4.15%. Pekan ini perhatian pasar tertuju pada Simposium Kebijakan Ekonomi Jackson Hole yang akan membahas isu perekonomian dunia terutama inflasi. 

 

Sentimen negatif turut membayangi bursa saham Asia di mana MSCI Asia Pacific turun 3.65% pekan lalu. Saham sektor properti China menjadi pemberat kinerja indeks karena dibayangi ketidakpastian outlook perusahaan properti Country Garden yang gagal bayar kupon obligasi. Data penjualan ritel dan output pabrik China meleset dari perkiraan, Retail Sales (Jul) tumbuh 2.5% YoY sementara Industrial Production (Jul) tumbuh 3.7% YoY. Guna mendukung perekonomian People’s Bank of China secara tidak terduga memangkas suku bunga pinjaman satu tahun sebesar 15 basis poin menjadi 2.5%. PDB Jepang (2Q) tumbuh 6.0% QoQ, lebih tinggi dua kali lipat dibandingkan perkiraan pasar di mana kondisi ini menunjukkan ketahanan ekonomi di tengah kekhawatiran resesi global.

 

Sejalan dengan pelemahan bursa regional, IHSG turun 0.29% dan BINDO turun 0.25%. Investor asing di pasar saham membukukan penjualan bersih mingguan senilai IDR3.39 triliun. Imbal hasil obligasi pemerintah IDR tenor 10 tahun ditutup naik menjadi 6.51% dari penutupan pekan sebelumnya 6.33%. Menteri Keuangan Sri Mulyani memaparkan bahwa arsitektur RAPBN 2024 didesain sebagai shock absorber, akselerator transformasi ekonomi dan sekaligus sebagai instrumen untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat. Asumsi dasar makro ekonomi untuk tahun 2024 adalah  pertumbuhan ekonomi tumbuh 5.2%, inflasi dijaga di level 2.8%, nilai tukar Rupiah sebesar IDR15,000 per dolar AS, harga minyak USD80/barel dan suku bunga 10 tahun di level 6.7%. Data ekonomi yang dirilis adalah neraca perdagangan Juli yang mencatatkan surplus sebesar USD1.31 miliar, di mana ekspor mengalami kontraksi 18.03% YoY dan impor kontraksi 8.32% YoY.


Pekan ini

Pekan ini perhatian investor global tertuju pada Simposium Kebijakan Ekonomi Jackson Hole yang akan membahas isu perekonomian dunia, sementara investor domestik tertuju pada rilis data Current Account (2Q) yang diperkirakan akan mengalami defisit USD268 juta vs kuartal sebelumnya surplus USD3 miliar, dan suku bunga BI yang diperkirakan akan dipertahankan di level 5.75%.    

 

 

 

Unduh Dokumen

 

 

  • IDB: BI mempertahankan suku bunga di 6%

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
  • IDB: Menjelang rilis pendapatan Nvidia

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
  • Seeking Alpha Februari 2024: Dampak penurunan Fed Funds Rate terhadap pasar saham Indonesia

    Seeking Alpha

    Baca selengkapnya
Lihat semua


Pekan ini

Pekan ini perhatian investor global tertuju pada Simposium Kebijakan Ekonomi Jackson Hole yang akan membahas isu perekonomian dunia, sementara investor domestik tertuju pada rilis data Current Account (2Q) yang diperkirakan akan mengalami defisit USD268 juta vs kuartal sebelumnya surplus USD3 miliar, dan suku bunga BI yang diperkirakan akan dipertahankan di level 5.75%.    

 

 

 

Unduh Dokumen

 

 

Confirm