Skip to main content
Back

Kekhawatiran Resesi Menekan Pasar Saham Global

19 September, 2022

Pekan lalu

Indeks S&P 500 membukukan penurunan mingguan terdalam sejak bulan Juni di tengah kekhawatiran resesi menysusul data inflasi Amerika Serikat yang lebih tinggi dibandingkan perkiraan mendorong peluang kenaikan suku bunga yang lebih agresif. Inflasi di bulan Agustus tumbuh 0.1% MoM vs estimasi -0.1%. Secara tahunan inflasi umum tumbuh 8.3% YoY lebih tinggi vs estimasi 8.1%, namun angka ini sudah lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya 8.5%. Kondisi ini memupuskan harapan bank sentral dapat mengerem laju pengetatan kebijakannya dalam beberapa bulan mendatang. Sebagian besar pelaku pasar memperkirakan kenaikan suku bunga setidaknya 75 basis poin pada pertemuan Fed di minggu ini. Sejauh ini data ekonomi masih kuat Retail Sales (Aug) di luar ekspektasi tumbuh 0.3% MoM, di atas perkiraan pasar -0.1%. Data klaim pengangguran juga turun ke 213 ribu dari sebelumnya 218 ribu, mengindikasikan perekrutan pekerja tetap solid. Imbal hasil UST 10 tahun ditutup naik ke level 3.44% dari minggu sebelumnya 3.30%.

Indeks MSCI Asia Pacific juga mencatat pelemahan pekan lalu, turun 2.59% mengantisipasi lonjakan kenaikan suku bunga Fed. Dolar AS yang kuat dan imbal hasil US Treasury yang lebih tinggi memberikan tekanan pada pergerakan pasar saham Asia. Bank sentral China mempertahankan suku bunga, namun melakukan operasi moneter untuk menyerap likuiditas. Rilis data ekonomi China di akhir pekan tercatat lebih baik dibandingkan estimasi; Industrial Production dan retail sales masing-masing tumbuh 4.2% YoY dan 5.4% YoY. 4.2% YoY.

Dilanda aksi jual investor domestik IHSG terkoreksi 1.02%, di mana investor asing di pasar saham membukukan pembelian bersih mingguan senilai IDR357.42 miliar. BINDO melemah tipis 0.05% di mana imbal hasil obligasi pemerintah IDR tenor 10 tahun naik ke level 7.21%. Neraca perdagangan di bulan Agustus mencatat surplus USD5.76 miliar, di atas ekspektasi USD4 miliar. Ekspor tumbuh 30.15% YoY dan impor tumbuh 32.81% YoY.

 


Pekan ini

Pekan ini pasar akan memperhatian rapat bank sentral dari AS dan Indonesia. Sebagian besar pelaku pasar memperkirakan Fed akan menaikkan suku bunga menjadi 3.0-3.25% dari sebelumnya 2.25-2.50%, sementara suku bunga BI diperkirakan naik menjadi 4.0% dari sebelumnya 3.75%.

 

Unduh Dokumen

  • IDB: Pemerintah berkomitmen menjaga disiplin fiskal

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
  • IWH: Outlook defisit fiskal AS melebar

    Investment Weekly Highlights

    Baca selengkapnya
  • IDB: Pelemahan sektor teknologi menekan kinerja pasar saham global

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
Lihat semua


Pekan ini

Pekan ini pasar akan memperhatian rapat bank sentral dari AS dan Indonesia. Sebagian besar pelaku pasar memperkirakan Fed akan menaikkan suku bunga menjadi 3.0-3.25% dari sebelumnya 2.25-2.50%, sementara suku bunga BI diperkirakan naik menjadi 4.0% dari sebelumnya 3.75%.

 

Unduh Dokumen

Waspada modus penipuan mengatasnamakan MAMI. Selengkapnya

View more

Pastikan untuk membeli Reksa Dana Manulife melalui MAMI atau mitra distribusi kami. 

View more

Waspada modus penipuan mengatasnamakan MAMI. Selengkapnya

View more

Pastikan untuk membeli Reksa Dana Manulife melalui MAMI atau mitra distribusi kami. 

View more