Skip to main content
Back

Kekhawatiran resesi bayangi pasar saham AS

12 Desember, 2022

 

​Pekan lalu

Pasar saham Amerika Serikat membukukan penurunan mingguan terbesar sejak September – S&P 500 turun 3.37%, Dow Jones turun 2.77% dan Nasdaq turun 3.99% – dibayangi kekhawatiran resesi ekonomi dan tekanan lebih lanjut pada earnings perusahaan. Pernyataan para eksekutif Wall Street yang kurang positif terhadap kondisi ekonomi ke depan semakin menekan sentimen, Morgan Stanley dan Goldman Sachs memberikan sinyal pemutusan hubungan kerja menghadapi kondisi ekonomi yang penuh tantangan. Rilis data ekonomi yang kuat mendukung spekulasi bahwa The Fed akan terus menaikkan suku bunga secara agresif di mana ISM Services Index (Nov) naik menjadi 56.5 dari perkiraan 53.5 dan bulan sebelumnya sebesar 54.4 dan PPI (Nov) tumbuh 7.4% YoY lebih tinggi dari estimasi 7.2%. Menjelang akhir pekan kekhawatiran inflasi diimbangi oleh jatuhnya ekspektasi inflasi satu tahun pada survei University of Michigan yang turun menjadi 4.6% dari 4.9%. Imbal hasil UST 10 tahun ditutup naik menjadi 3.57% dari penutupan pekan sebelumnya 3.48%. 


Berlawanan dengan pasar saham global, bursa saham Asia menguat didorong rally pada pasar saham China dan Hong Kong menyusul pelonggaran aturan Covid lebih lanjut. Hong Kong  sedang mempertimbangkan relaksasi penggunaan masker dan periode karantina pendatang.  Di China, sehari setelah pengumuman isolasi COVID dapat dilakukan di rumah, pemerintah mengeluarkan panduan resmi perawatan pasien di rumah, melegakan masyarakat yang sebelumnya masih skeptis atas berita tersebut. MSCI Asia Pacific membukukan penguatan mingguan 0.70%. Data perdagangan China turun lebih dalam dari estimasi, ekspor terkontraksi -8.7% YoY lebih dalam dari ekspektasi 3.9% dan impor juga kontraksi -10.6% YoY lebih dalam dari ekspektasi 7.1%. 

Aksi jual investor asing menekan pasar saham Indonesia, IHSG melanjutkan pelemahan di minggu keempat sebesar -4.34%, sementara BINDO terkoreksi -0.09%. Investor asing di pasar saham membukukan penjualan bersih mingguan senilai IDR6.59 triliun. Imbal hasil obligasi pemerintah IDR tenor 10 tahun naik menjadi 6.93% dari penutupan pekan sebelumnya 6.85%. Didukung pendapatan pajak dan migas, cadangan devisa naik menjadi USD134 miliar dari sebelumnya USD130.2 miliar.

 

Pekan Ini

Pekan ini perhatian pasar akan tertuju pada rapat FOMC untuk mengetahui besaran kenaikan suku bunga dan konferensi pers ketua Fed Jerome Powell yang akan membahas outlook ekonomi ke depannya.

 

 

Unduh Dokumen

 

 

  • Investment note: Tensi geopolitik Timur Tengah terkini

    Baca selengkapnya
  • IDB: Eskalasi konflik geopolitik & data ekonomi AS yang kuat membayangi pasar finansial global

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
  • IDB: Kekhawatiran suku bunga & konflik geopolitik membayangi pasar saham global

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
Lihat semua


Pekan Ini

Pekan ini perhatian pasar akan tertuju pada rapat FOMC untuk mengetahui besaran kenaikan suku bunga dan konferensi pers ketua Fed Jerome Powell yang akan membahas outlook ekonomi ke depannya. 

 

 

Unduh Dokumen

 

 

Confirm