Skip to main content
Back

Kekhawatiran resesi AS membayangi kinerja pasar global

6 Agustus 2024


Global
Di Amerika Serikat, pasar saham mengawali pekan dengan kinerja negatif. Indeks S&P500 mengalami penurunan harian terbesar sejak September 2022 dengan jatuh 3.00% dan indeks Nasdaq100 turun sebesar 2.96%. Indikator volatilitas VIX melonjak sampai menyentuh level tertinggi sejak 2020. Penurunan ini didorong utamanya dari sektor teknologi. Berita mundurnya rilis chip AI baru dari NVIDIA dan juga penjualan saham Apple oleh Berkshire Hathaway memberikan sentimen negatif. Setelah rilis data pekerjaan pekan lalu yang semakin melemah, pasar meninjau kembali kesehatan ekonomi AS untuk mempertimbangkan kemungkinan resesi. Yield UST10Y stabil di 3.79%.  

Asia

Pasar saham kawasan Asia jatuh didorong kekhawatiran akan perekonomian AS dan rotasi dari sektor teknologi. Indeks MSCI Asia Pasifik turun 6.07%, penurunan harian terbesar sejak 2008. Sektor teknologi menjadi pemberat kinerja indeks, diikuti sektor finansial dan industri. Jepang mengalami penurunan terberat di kawasan Asia dengan indeks Nikkei dan Topix turun 12%. Penurunan ini didorong keputusan Bank sentral Jepang untuk meningkatkan suku bunga, ditambah sentimen negatif dari perekonomian AS dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah.


Indonesia
Di pasar domestik, indeks saham IDX80 ditutup melemah 3.16% di tengah koreksi pasar global. PDB Indonesia  tumbuh sebesar 5.05% YoY dan 3.79% QoQ di 2Q-2024. Indeks obligasi BINDO naik 0.22% dan imbal hasil SBN10Y turun ke 6.81% dari 6.85%. Investor asing mencatat penjualan bersih sebesar IDR508 miliar.
 



Unduh Dokumen

6 Agustus 2024


Global
Di Amerika Serikat, pasar saham mengawali pekan dengan kinerja negatif. Indeks S&P500 mengalami penurunan harian terbesar sejak September 2022 dengan jatuh 3.00% dan indeks Nasdaq100 turun sebesar 2.96%. Indikator volatilitas VIX melonjak sampai menyentuh level tertinggi sejak 2020. Penurunan ini didorong utamanya dari sektor teknologi. Berita mundurnya rilis chip AI baru dari NVIDIA dan juga penjualan saham Apple oleh Berkshire Hathaway memberikan sentimen negatif. Setelah rilis data pekerjaan pekan lalu yang semakin melemah, pasar meninjau kembali kesehatan ekonomi AS untuk mempertimbangkan kemungkinan resesi. Yield UST10Y stabil di 3.79%.  

Asia

Pasar saham kawasan Asia jatuh didorong kekhawatiran akan perekonomian AS dan rotasi dari sektor teknologi. Indeks MSCI Asia Pasifik turun 6.07%, penurunan harian terbesar sejak 2008. Sektor teknologi menjadi pemberat kinerja indeks, diikuti sektor finansial dan industri. Jepang mengalami penurunan terberat di kawasan Asia dengan indeks Nikkei dan Topix turun 12%. Penurunan ini didorong keputusan Bank sentral Jepang untuk meningkatkan suku bunga, ditambah sentimen negatif dari perekonomian AS dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah.


Indonesia
Di pasar domestik, indeks saham IDX80 ditutup melemah 3.16% di tengah koreksi pasar global. PDB Indonesia  tumbuh sebesar 5.05% YoY dan 3.79% QoQ di 2Q-2024. Indeks obligasi BINDO naik 0.22% dan imbal hasil SBN10Y turun ke 6.81% dari 6.85%. Investor asing mencatat penjualan bersih sebesar IDR508 miliar.
 



Unduh Dokumen

  • IWH: Akselerasi pertumbuhan ekonomi AS mengangkat sentimen pasar

    Investment Weekly Highlights

    Baca selengkapnya
  • Seeking Alpha Desember 2025: Meneropong potensi pasar finansial 2026

    Seeking Alpha

    Baca selengkapnya
  • IWH: Menunggu Rapat Bank Indonesia

    Investment Weekly Highlights

    Baca selengkapnya
Lihat semua
Informasi libur

Menyambut Tahun Baru 2026, kantor kami tidak beroperasi pada 31 Desember 2025 s.d. 1 Januari 2026 dan akan kembali beroperasi pada 2 Januari 2026. Selengkapnya

View more
Siaran Pers

Manulife Wealth & Asset Management Akuisisi Schroders Indonesia. Selengkapnya.

View more
Informasi libur

Menyambut Tahun Baru 2026, kantor kami tidak beroperasi pada 31 Desember 2025 s.d. 1 Januari 2026 dan akan kembali beroperasi pada 2 Januari 2026. Selengkapnya

View more
Siaran Pers

Manulife Wealth & Asset Management Akuisisi Schroders Indonesia. Selengkapnya.

View more