Skip to main content
Back

Kekhawatiran perbankan global mereda

3 April, 2023

​Pekan lalu​

 

Pasar saham Amerika Serikat menguat pekan lalu, mencatat kinerja mingguan terbaik dalam empat bulan. Pasar menguat setelah kekhawatiran terhadap sektor perbankan global mereda. Data dari The Fed mengenai penggunaan fasilitas discount window – yang digunakan perbankan untuk menjaga likuiditas - turun menjadi USD333 miliar dari sebelumnya USD344 miliar di pekan sebelumnya, mengindikasikan tekanan di perbankan AS mulai mereda. Indeks S&P 500 menguat 3.48% dan indeks Dow Jones +3.22% pekan lalu. Indeks VIX – yang mengindikasikan volatilitas pasar saham AS – turun ke 18.7 dari 21.7 di pekan sebelumnya. Imbal hasil UST 10Y naik dari 3.37% ke 3.47% pekan lalu seiring dengan meredanya kekhawatiran di perbankan AS. Selain itu, sentimen pasar juga didukung oleh ekspektasi suku bunga sudah mendekati puncaknya, terutama setelah data inflasi AS turun lebih dari ekspektasi pasar. Data PCE deflator (Feb) turun ke 5.0% YoY lebih rendah dari ekspektasi 5.1%, dengan komponen barang kembali mencatat disinflasi. 

Pasar saham kawasan Asia menguat seiring meredanya kekhawatiran di sektor perbankan AS. Pasar juga merespons positif kabar Alibaba yang berencana untuk melakukan restrukturisasi lini usaha. Alibaba berencana untuk memisahkan enam unit bisnisnya dan melakukan IPO. Langkah ini dianggap positif untuk menghasilkan nilai tambah bagi Alibaba. Indeks MSCI Asia Pacific ditutup naik 1.50% pekan lalu. Selain itu pasar juga merespons positif data ekonomi China yang lebih baik dari ekspektasi. PMI manufaktur China (Mar) di level 51.9, dan PMI jasa di 58.2, keduanya di atas perkiraan konsensus.

Pasar saham Indonesia bergerak fluktuatif pekan lalu namun berhasil ditutup naik 0.64%. Sektor energi mencatat kinerja terbaik pekan lalu, sementara sektor keuangan satu-satunya sektor yang mencatat kinerja negatif. Investor asing mencatat pembelian bersih IDR2.9 triliun pekan lalu. Pasar obligasi juga ditutup naik 0.32% dengan imbal hasil obligasi pemerintah 10Y turun dari 6.80% ke 6.79%. Rupiah menguat pekan lalu seiring dengan nilai tukar USD yang relatif melemah terhadap mayoritas mata uang dunia. Rupiah menguat 1.04% ke level 14996 per USD pekan lalu.

 

Pekan Ini


Pekan ini pasar akan memperhatikan data ketenagakerjaan AS terutama setelah data PCE yang lebih rendah dari ekspektasi memperkuat ekspektasi The Fed dapat lebih dovish. Konsensus memperkirakan nonfarm payroll di kisaran 240 ribu, turun dari 311 ribu di bulan lalu. 

Di domestik, pasar akan memperhatikan data inflasi terutama menjelang periode Ramadan yang cenderung menyebabkan inflasi naik. Konsensus memperkirakan inflasi turun ke 5.08% YoY dari bulan lalu 5.47%.

 

 

 

Unduh Dokumen

 

 

  • IDB: Fed memberi sinyal penundaan penurunan suku bunga

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
  • Investment note: Tensi geopolitik Timur Tengah terkini

    Baca selengkapnya
  • IDB: Eskalasi konflik geopolitik & data ekonomi AS yang kuat membayangi pasar finansial global

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
Lihat semua


Pekan ini

Pekan ini pasar akan memperhatikan data ketenagakerjaan AS terutama setelah data PCE yang lebih rendah dari ekspektasi memperkuat ekspektasi The Fed dapat lebih dovish. Konsensus memperkirakan nonfarm payroll di kisaran 240 ribu, turun dari 311 ribu di bulan lalu. 

Di domestik, pasar akan memperhatikan data inflasi terutama menjelang periode Ramadan yang cenderung menyebabkan inflasi naik. Konsensus memperkirakan inflasi turun ke 5.08% YoY dari bulan lalu 5.47%..

 

 

 

Unduh Dokumen

 

 

Waspada modus penipuan mengatasnamakan MAMI. Selengkapnya

View more

Waspada modus penipuan mengatasnamakan MAMI. Selengkapnya

View more
Confirm