Skip to main content
Back

Kekhawatiran perang dagang kembali membayangi pasca euforia pasar

11 April 2025


Global
Pasar saham Amerika Serikat kembali fluktuatif dibayangi oleh kekhawatiran kebijakan perang dagang. Presiden Trump memberikan klarifikasi bahwa tarif terhadap China menjadi 145%, terdiri dari 20% tarif dicanangkan di awal tahun, ditambah 125% tarif resiprokal dan retaliasi dari kenaikan tarif yang dilakukan China. Indeks S&P 500 ditutup turun -3.46% dan imbal hasil UST 10Y naik dari 4.33% ke 4.42%. Sementara itu data inflasi AS melandai di Maret ke level -0.1% MoM/2.4% YoY, turun dari bulan sebelumnya 0.2% MoM/2.8% YoY. Inflasi inti juga melandai ke 2.8% YoY dari sebelumnya 3.1%.   

Asia
Pasar saham kawasan Asia rebound merespons keputusan penangguhan tarif AS selama 90-hari. Indeks MSCI Asia Pacific ditutup naik +5.80% dengan sektor IT mencatat penguatan tertinggi. Indeks saham Taiwan menguat +9.25% mencatat rekor penguatan harian. Pemerintah China dikabarkan akan mengadakan pertemuan dadakan untuk membahas potensi stimulus tambahan guna mendukung ekonomi di tengah perang dagang.  

Indonesia

Pasar domestik mencatat kinerja positif di tengah euforia pasar global pasca penangguhan tarif. Indeks saham IDX80 naik +5.89% dan indeks obligasi BINDO +0.19%. Seluruh sektor di pasar saham mencatat kinerja positif, dengan sektor material menguat tertinggi. Di sisi lain investor asing mencatat penjualan bersih IDR751 miliar di pasar saham. Imbal hasil SBN 10Y turun dari 7.13% ke 7.04%.




Unduh Dokumen

11 April 2025


Global
Pasar saham Amerika Serikat kembali fluktuatif dibayangi oleh kekhawatiran kebijakan perang dagang. Presiden Trump memberikan klarifikasi bahwa tarif terhadap China menjadi 145%, terdiri dari 20% tarif dicanangkan di awal tahun, ditambah 125% tarif resiprokal dan retaliasi dari kenaikan tarif yang dilakukan China. Indeks S&P 500 ditutup turun -3.46% dan imbal hasil UST 10Y naik dari 4.33% ke 4.42%. Sementara itu data inflasi AS melandai di Maret ke level -0.1% MoM/2.4% YoY, turun dari bulan sebelumnya 0.2% MoM/2.8% YoY. Inflasi inti juga melandai ke 2.8% YoY dari sebelumnya 3.1%.   

Asia
Pasar saham kawasan Asia rebound merespons keputusan penangguhan tarif AS selama 90-hari. Indeks MSCI Asia Pacific ditutup naik +5.80% dengan sektor IT mencatat penguatan tertinggi. Indeks saham Taiwan menguat +9.25% mencatat rekor penguatan harian. Pemerintah China dikabarkan akan mengadakan pertemuan dadakan untuk membahas potensi stimulus tambahan guna mendukung ekonomi di tengah perang dagang.  

Indonesia

Pasar domestik mencatat kinerja positif di tengah euforia pasar global pasca penangguhan tarif. Indeks saham IDX80 naik +5.89% dan indeks obligasi BINDO +0.19%. Seluruh sektor di pasar saham mencatat kinerja positif, dengan sektor material menguat tertinggi. Di sisi lain investor asing mencatat penjualan bersih IDR751 miliar di pasar saham. Imbal hasil SBN 10Y turun dari 7.13% ke 7.04%.




Unduh Dokumen

  • IWH: BI fokus menjaga Rupiah dan pemerintah bentuk BUMN sentralisasi ekspor

    Investment Weekly Highlights

    Baca selengkapnya
  • Seeking Alpha Mei 2026: Mencari keseimbangan pertumbuhan & stabilitas

    Seeking Alpha

    Baca selengkapnya
  • IWH: Meningkatnya kekhawatiran inflasi global

    Investment Weekly Highlights

    Baca selengkapnya
Lihat semua
Informasi libur

Menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 H, kantor kami tidak beroperasi pada 27-28 Mei 2026 dan akan kembali beroperasi pada 29 Mei 2026. Selengkapnya

View more
Siaran Pers

Manulife Wealth & Asset Management Akuisisi Schroders Indonesia. Selengkapnya.

View more