Skip to main content
Back

Inflow Dana Asing Mendorong Kinerja IHSG

11 Oktober, 2021

Pekan Lalu

Pasar saham global bergerak fluktuatif pekan lalu dibayangi pembicaraan plafon utang AS di Kongres, kekhawatiran melonjaknya inflasi, dan naiknya imbal hasil US Treasury. Pasar merespon positif rencana ditangguhkannya plafon utang AS hingga 3 Desember. Senat telah mencapai kesepakatan untuk rencana tersebut dan menantikan persetujuan dari House. Sementara itu data ketenagakerjaan AS lebih rendah dari ekspektasi, di mana nonfarm payroll hanya mencatat 194 ribu pekerja baru di September, lebih rendah dari ekspektasi 500 ribu . Pasar saham Amerika Serikat ditutup naik dengan indeks S&P 500 menguat 0.79% pekan lalu. Di sisi lain imbal hasil US Treasury naik dari 1.46% ke 1.61% yang merupakan level tertinggi sejak Juni.

Pasar saham kawasan Asia bergerak fluktuatif pekan lalu di tengah kekhawatiran inflasi karena gangguan rantai pasokan global yang menyebabkan kenaikan harga energi. Selain itu pasar juga memperhatikan perkembangan di sektor properti China setelah lembaga pemeringkat menurunkan rating untuk Fantasia Holdings dan Sinic Holdings. Namun sentimen pasar Asia membaik memasuki akhir pekan, didukung kabar ditangguhkannya plafon kredit AS. Pasar China menguat di perdagangan pertama pasca libur Golden Week di hari Jumat, terutama didukung oleh saham e-commerce. Secara keseluruhan indeks MSCI Asia Pacific ditutup turun 0.04% pekan lalu. 

Berlawanan dengan volatilitas pasar global, IHSG mencatat kinerja positif pekan lalu. IHSG ditutup naik 4.06% pekan lalu didukung arus dana asing yang mencatat pembelian bersih IDR12.3 triliun. Rata-rata volume perdagangan harian mencapai IDR15.5 triliun, tertinggi sejak Januari 2021. Menguatnya harga komoditas serta ekspektasi pembukaan ekonomi menjadi katalis bagi investor di pasar saham. Sementara itu pasar obligasi melemah 0.06% dengan imbal hasil obligasi pemerintah 10Y tetap pada 6.23%.  Cadangan devisa (Sep) kembali mengalami peningkatan menjadi USD146.90 miliar dari bulan sebelumnya USD144.78 miliar. Posisi tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah, setara dengan pembiayaan 8.9 bulan impor atau 8.6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

 

Pekan Ini

Pekan ini pasar akan memperhatikan rilis data ekonomi Amerika Serikat yang diharapkan dapat memberi perspektif terkait potensi tapering The Fed. Data inflasi akan menjadi perhatian, dengan ekspektasi tetap pada 5.3%, dan risalah pertemuan FOMC juga akan diperhatikan oleh pasar.

 

Unduh Dokumen

  • Investment note: Tensi geopolitik Timur Tengah terkini

    Baca selengkapnya
  • IDB: Eskalasi konflik geopolitik & data ekonomi AS yang kuat membayangi pasar finansial global

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
  • IDB: Kekhawatiran suku bunga & konflik geopolitik membayangi pasar saham global

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
Lihat semua
Confirm