Skip to main content
Back

Inflasi AS stabil sesuai ekspektasi

14 November 2024


Global
Data inflasi AS sesuai dengan ekspektasi pasar, dengan inflasi bulanan stabil di 0.2% MoM di Oktober dan secara tahunan di 2.6% YoY. Inflasi inti juga stabil di 0.3% MoM/3.3% YoY. Dengan inflasi tetap terjaga, pasar memperkirakan The Fed dapat melanjutkan pemangkasan suku bunga di Desember. Probabilitas pemangkasan di Desember meningkat menjadi 80% dari sebelumnya di 56%. Indeks S&P 500 bergerak variatif dan ditutup +0.02%, sementara imbal hasil UST 10Y naik dari 4.42% ke 4.45%.   

Asia
Di kawasan Asia, indeks MSCI Asia Pacific kembali melemah -1.22% dengan sektor teknologi menjadi pemberat kinerja indeks. Naiknya imbal hasil US Treasury, penguatan USD, dan wacana tarif Trump menjadi faktor yang membayangi sentimen di pasar Asia. Mayoritas pasar di Asia mencatat kinerja negatif, dengan indeks Kospi Korea melemah terdalam -2.6%. 

Indonesia

Pasar saham domestik kembali melemah, dengan indeks IDX80 turun 0.20%. Sektor konsumer non-siklikal dan properti mencatat pelemahan terdalam di pasar, sementara investor asing kembali mencatat penjualan bersih IDR692 miliar. Pasar obligasi juga melemah 0.24% dengan imbal hasil SBN 10Y stabil di kisaran 6.92% dan imbal hasil SBN 5Y naik dari 6.60% ke 6.67%.

 



Unduh Dokumen

14 November 2024


Global
Data inflasi AS sesuai dengan ekspektasi pasar, dengan inflasi bulanan stabil di 0.2% MoM di Oktober dan secara tahunan di 2.6% YoY. Inflasi inti juga stabil di 0.3% MoM/3.3% YoY. Dengan inflasi tetap terjaga, pasar memperkirakan The Fed dapat melanjutkan pemangkasan suku bunga di Desember. Probabilitas pemangkasan di Desember meningkat menjadi 80% dari sebelumnya di 56%. Indeks S&P 500 bergerak variatif dan ditutup +0.02%, sementara imbal hasil UST 10Y naik dari 4.42% ke 4.45%.   

Asia
Di kawasan Asia, indeks MSCI Asia Pacific kembali melemah -1.22% dengan sektor teknologi menjadi pemberat kinerja indeks. Naiknya imbal hasil US Treasury, penguatan USD, dan wacana tarif Trump menjadi faktor yang membayangi sentimen di pasar Asia. Mayoritas pasar di Asia mencatat kinerja negatif, dengan indeks Kospi Korea melemah terdalam -2.6%. 

Indonesia

Pasar saham domestik kembali melemah, dengan indeks IDX80 turun 0.20%. Sektor konsumer non-siklikal dan properti mencatat pelemahan terdalam di pasar, sementara investor asing kembali mencatat penjualan bersih IDR692 miliar. Pasar obligasi juga melemah 0.24% dengan imbal hasil SBN 10Y stabil di kisaran 6.92% dan imbal hasil SBN 5Y naik dari 6.60% ke 6.67%.

 



Unduh Dokumen

  • IWH: Konflik Selat Hormuz dan harga energi kembali menjadi perhatian

    Investment Weekly Highlights

    Baca selengkapnya
  • Monthly Market Review Juni 2026

    Monthly Market Review

    Baca selengkapnya
  • Seeking Alpha Juli 2026: Stabilitas dan konsistensi kebijakan jadi harapan penopang kinerja pasar

    Seeking Alpha

    Baca selengkapnya
Lihat semua
Siaran Pers

Manulife Wealth & Asset Management Akuisisi Schroders Indonesia. Selengkapnya.

View more