Skip to main content
Back

Indonesia Kembali Cetak Surplus Neraca Perdagangan

16 September, 2022

 

Global – Pasar saham Amerika Serikat melemah setelah data ekonomi yang kuat mendorong kekhawatiran The Fed akan melanjutkan kenaikan suku bunga secara agresif. Data penjualan ritel AS, di luar ekspektasi tumbuh 0.3% MoM di Agustus, di atas perkiraan pasar -0.1%. Data klaim pengangguran juga turun ke 213 ribu dari sebelumnya 222 ribu, mengindikasikan perekrutan pekerja tetap solid. Indeks S&P 500 melemah 1.13% dengan sektor energy dan utilities mencatat pelemahan terdalam. Imbal hasil UST 10Y naik dari 3.40% ke 3.45%. 

Asia – Pasar saham kawasan Asia melanjutkan pelemahan dibayangi ketidakpastian kebijakan moneter Amerika dan menantikan pertemuan Presiden Xi Jinping dan Vladimir Putin. Pertemuan tersebut dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko geopolitik. Sementara itu bank sentral China mempertahankan suku bunga, namun melakukan operasi moneter untuk menyerap likuiditas. Indeks MSCI Asia Pacific ditutup turun 0.33%

Indonesia – Neraca perdagangan mencatat surplus USD5.76 miliar di Agustus, di atas ekspektasi USD4 miliar. Ekspor tumbuh 30.15% YoY dan impor tumbuh 32.81% YoY. IHSG menguat 0.38% didukung penguatan sektor properti. Investor asing mencatat penjualan bersih IDR1.92 triliun di pasar saham. Pasar obligasi ditutup turun 0.09% dengan imbal hasil obligasi pemerintah 10Y naik dari 7.12% ke 7.18%.

*Menggunakan data penutupan 14 September 2022
Catatan: Penulisan angka pada publikasi ini menggunakan format Bahasa Inggris. Sumber: Bloomberg.

 

Unduh Dokumen

  • Investment note: Tensi geopolitik Timur Tengah terkini

    Baca selengkapnya
  • IDB: Eskalasi konflik geopolitik & data ekonomi AS yang kuat membayangi pasar finansial global

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
  • IDB: Kekhawatiran suku bunga & konflik geopolitik membayangi pasar saham global

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
Lihat semua

*Menggunakan data penutupan 14 September 2022
Catatan: Penulisan angka pada publikasi ini menggunakan format Bahasa Inggris. Sumber: Bloomberg.

 

Unduh Dokumen

Confirm