Skip to main content
Back

Gencatan senjata sementara AS - Iran

13 April 2026


Pasar saham Amerika Serikat mencatat kinerja positif pekan lalu didukung oleh de-eskalasi konflik AS - Iran setelah kedua pihak sepakat untuk melakukan gencatan senjata 14 hari. Indeks S&P 500 menguat +3.56% pekan lalu dan harga minyak Brent turun -12% ke level USD95 per barel. Imbal hasil UST 10Y juga turun dari 4.34% ke 4.31%. Namun perkembangan di Senin pagi kembali menunjukkan eskalasi dengan Presiden Trump menyatakan akan melakukan blokade terhadap Iran setelah perundingan di akhir pekan yang buntu. Harga minyak Brent kembali melonjak ke USD102 per barel di Senin pagi. Data inflasi AS meningkat di bulan Maret ke level 3.3% YoY dari bulan sebelumnya 2.4%, tertinggi sejak Mei 2024 imbas dari kenaikan harga energi. Namun inflasi inti AS relatif stabil di 2.6% YoY, dari sebelumnya 2.5% mengindikasikan kenaikan harga belum berdampak ke sektor non-energi. Keyakinan konsumen AS melemah dengan indeks consumer sentiment dari University of Michigan turun ke 47.6 di April, dari sebelumnya 53.3, mengindikasikan kekhawatiran konsumen AS terhadap dampak kenaikan harga energi.

Pasar saham kawasan Asia mencatat penguatan merespon kabar gencatan senjata AS - Iran. Turunnya harga minyak dunia dan harapan normalisasi pasokan minyak menjadi kabar positif bagi negara Asia yang mayoritas adalah net importir minyak. Indeks MSCI Asia Pacific menguat +6.06% pekan lalu dengan sektor IT mencatat penguatan tertinggi. Pasar saham dengan eksposur tinggi di sektor teknologi mencatat kinerja unggul, seperti Korea Selatan (Kospi +8.96%), dan Taiwan (TWSE +8.74%). Bank sentral India mempertahankan suku bunga dan mempertahankan posisi netral, menantikan perkembangan kondisi Timur Tengah dan harga minyak.  Inflasi China turun ke +1.0% YoY di Maret, dari bulan sebelumnya 1.3%, sementara inflasi harga produsen (PPI) naik ke +0.5% YoY dari bulan sebelumnya -0.9% karena naiknya harga energi.

Di domestik, pemerintah melaporkan defisit APBN per akhir Maret melebar ke IDR240.1 triliun (0.93% dari PDB) dari bulan sebelumnya di IDR31.2 triliun.  Penerimaan negara tumbuh +10.5% YoY sementara belanja negara +31.4% YoY. Menteri Keuangan menyatakan harga BBM bersubsidi dapat dijaga apabila rata-rata harga minyak di bawah USD97 tahun ini, dan defisit APBN tetap di bawah 3% dari PDB. Cadangan devisa Indonesia turun ke USD148.2 miliar di Maret dari bulan sebelumnya USD151.9 miliar, level terendah sejak Juli 2024, dipengaruhi oleh intervensi BI untuk stabilisasi Rupiah. Sementara itu Gubernur BI mengisyaratkan ruang pemangkasan BI Rate semakin tertutup di tengah ketidakpastian konflik Timur Tengah dan penguatan USD. Indeks saham IDX80 menguat +5.41% pekan lalu dan IHSG +6.14%. Indeks obligasi BINDO juga menguat +0.72% dengan imbal hasil SBN 10Y turun dari 6.65% ke 6.57%. Sementara itu nilai tukar Rupiah melemah -0.58% terhadap USD ke level 17098. Rata-rata imbal hasil SRBI 12-bulan dalam lelang pekan lalu naik ke 5.76% dari pekan sebelumnya di 5.58%.


 

 

Unduh Dokumen

 

 

  • Seeking Alpha April 2026: Mengkaji peluang dan risiko pasar saham terkini

    Seeking Alpha

    Baca selengkapnya
  • Monthly Market Review Maret 2026

    Monthly Market Review

    Baca selengkapnya
  • IWH: Pemerintah rilis kebijakan efisiensi dan penghematan anggaran

    Investment Weekly Highlights

    Baca selengkapnya
Lihat semua

 

 

Unduh Dokumen

 

 

Siaran Pers

Manulife Wealth & Asset Management Akuisisi Schroders Indonesia. Selengkapnya.

View more
Siaran Pers

Manulife Wealth & Asset Management Akuisisi Schroders Indonesia. Selengkapnya.

View more