Skip to main content
Back

Fed Tapering Sesuai Ekspektasi Pasar

8 November, 2021

Pekan Lalu

Pasar saham Amerika Serikat bergerak positif pekan lalu setelah Federal Reserve menyatakan bahwa bank sentral akan bersabar untuk menaikkan suku bunga. The Fed juga memutuskan untuk mengurangi laju laju pembelian obligasi sebesar USD15 miliar per bulan dan berakhir di 2022, sesuai dengan ekspektasi pasar. Fed kembali menyatakan bahwa lonjakan inflasi bersifat sementara karena disebabkan oleh ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan terkait pandemi dan paska pembukaan kembali ekonomi. Pasar juga merespon positif data tenaga kerja yang membaik di AS, di mana nonfarm payroll mencatat 531 ribu pekerja baru di Oktober, lebih tinggi dari ekspektasi 450 ribu. Data klaim pengangguran juga turun untuk minggu kelima berturut-turut menjadi 269 ribu, dan tingkat pengangguran turun ke 4.6% dari sebelumnya 4.8%. Berbagai indikator tersebut menunjukkan sektor tenaga kerja AS yang membaik mengkonfirmasi keputusan Fed minggu ini untuk mulai mengurangi pembelian aset bulanannya. Indeks S&P 500 menguat 2.0% mencatak rekor tertinggi baru, sementara itu imbal hasil US Treasury 10Y menurun pekan lalu dari 1.55% ke 1.45%.

Pasar kawasan Asia bergerak fluktuatif pekan lalu. Pasar menantikan rapat FOMC The Fed yang akan memutuskan terkait pengurangan program pembelian obligasi. Selain itu pasar memperhatikan berita meningkatnya kasus COVID-19 di China. Kebijakan China yang mengedepankan ‘zero COVID’ dapat memicu pembatasan mobilitas masyarakat yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Sementara itu data manufaktur China membaik di Oktober, di mana PMI manufaktur naik ke 50.6 dari sebelumnya 50.0. PMI jasa juga naik ke 53.8 dari sebelumnya 53.4.

Pertumbuhan PDB Indonesia yang melambat menjadi 3.51% YoY di Q3-2021, lebih rendah dibandingkan estimasi 3.88% dan kuartal sebelumnya 7.07% YoY karena terhambatnya mobilitas dan aktivitas ekonomi selama Q3. IHSG melemah 0.15% pekan lalu di tengah berkurangnya aktivitas investor. Rata-rata perdagangan harian turun menjadi IDR9.5 triliun pekan lalu dari sebelumnya IDR11.2 triliun. Investor mencatat pembelian bersih IDR1.5 triliun pekan lalu. Sementara itu pasar obligasi menguat 0.14% dengan imbal hasil obligasi pemerintah 10Y relatif stabil pada kisaran 6.06%.

 

Pekan Ini

Pasar akan memperhatikan data inflasi Amerika Serikat pekan ini terutama pada sektor tenaga kerja. Konsensus Bloomberg memperkirakan inflasi akan naik ke level 5.9% YoY dari sebelumnya 5.4%.

 

Unduh Dokumen

  • IDB: Sentimen global dibayangi pergeseran ekspektasi pemangkasan suku bunga

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
  • Seeking Alpha April 2024: Memahami dinamika & volatilitas pasar terkini

    Seeking Alpha

    Baca selengkapnya
  • IDB: Sentimen global masih mendominasi pasar finansial domestik

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
Lihat semua

Pastikan untuk membeli Reksa Dana Manulife melalui MAMI atau mitra distribusi kami. Waspada modus penipuan mengatasnamakan MAMI. Selengkapnya

View more

Pastikan untuk membeli Reksa Dana Manulife melalui MAMI atau mitra distribusi kami. Waspada modus penipuan mengatasnamakan MAMI. Selengkapnya

View more
Confirm