Skip to main content
Back

Eskalasi intervensi AS di Venezuela

5 Januari 2026


Pasar saham Amerika Serikat melemah pekan lalu di tengah sesi perdagangan yang sepi pada periode akhir tahun. Indeks S&P 500 ditutup -1.03% pekan lalu dan indeks Dow Jones -0.67%. Mayoritas sektor melemah, namun sektor energi mencatat kinerja positif di tengah ketegangan geopolitik global, di mana China melakukan latihan militer di dekat Taiwan, dan AS melakukan blokade terhadap ekspor minyak Venezuela. Di akhir pekan, AS melakukan eskalasi intervensi di Venezuela dengan menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro, dan Presiden Trump menyatakan AS akan mengambil alih pengelolaan migas Venezuela. Pasar menantikan dampak dari aksi tersebut terhadap pasokan minyak global mengingat Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di dunia. Pekan ini pasar akan menantikan rilis data tenaga kerja AS seperti ketersediaan pekerjaan (JOLTS) dan nonfarm payroll.

Di Asia, indeks MSCI Asia Pacific menguat +1.32% pekan lalu terutama didukung oleh penguatan sektor teknologi. Pasar saham Korea Selatan mencatat kinerja unggul di kawasan, dengan indeks Kospi +4.36%, seiring dengan data ekspor Korea Selatan yang mencatat rekor tahunan tertinggi mencapai USD710 miliar di 2025. Selain itu optimisme terhadap saham Samsung Electronics juga mengangkat indeks saham Korea Selatan, seiring dengan ekspektasi produksi chip memori AI generasi baru akan diproduksi di 2026. Pemerintah China menyatakan akan meningkatkan belanja negara di 2026 untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Namun kebijakan diperkirakan akan mengarah pada fokus kebijakan yang lebih terarah dan efektif ketimbang menggelontorkan stimulus skala besar untuk menjaga tingkat utang.

Di domestik, pasar saham mencatat kinerja positif pekan lalu dengan indeks IDX80 +1.56% dan IHSG +2.46%. Investor asing mencatat pembelian bersih IDR2.08 triliun pekan lalu, dan sektor konsumer non-primer menguat tertinggi. Indeks obligasi BINDO juga menguat +0.46% pekan lalu dengan imbal hasil SBN 10Y turun dari 6.14% ke 6.04%. Pemerintah menarik dana IDR75 triliun dari Himbara untuk keperluan belanja pemerintah dan transfer ke daerah. Sebelumnya pemerintah menempatkan dana SAL IDR276 triliun di Himbara untuk mendukung likuiditas. Data ekonomi domestik yang dirilis adalah PMI manufaktur yang tetap di zona ekspansi 51.2 di Desember, walau turun dari 53.3 di bulan sebelumnya.

 

 

Unduh Dokumen

 

 

Lihat semua

 

 

Unduh Dokumen

 

 

Informasi libur

Menyambut Tahun Baru 2026, kantor kami tidak beroperasi pada 31 Desember 2025 s.d. 1 Januari 2026 dan akan kembali beroperasi pada 2 Januari 2026. Selengkapnya

View more
Siaran Pers

Manulife Wealth & Asset Management Akuisisi Schroders Indonesia. Selengkapnya.

View more
Informasi libur

Menyambut Tahun Baru 2026, kantor kami tidak beroperasi pada 31 Desember 2025 s.d. 1 Januari 2026 dan akan kembali beroperasi pada 2 Januari 2026. Selengkapnya

View more
Siaran Pers

Manulife Wealth & Asset Management Akuisisi Schroders Indonesia. Selengkapnya.

View more