Skip to main content
Back

Ekspektasi suku bunga telah mencapai puncak

27 November, 2023

​Pekan lalu​

 

Pasar saham Amerika Serikat menguat pekan lalu didukung oleh optimisme pasar bahwa suku bunga telah mencapai puncaknya. Risalah rapat FOMC The Fed bulan November kembali menekankan pendekatan hati-hati terhadap pergerakan suku bunga di masa depan. Risalah rapat menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan setuju untuk melanjutkan dengan 'hati-hati' dalam pergerakan suku bunga di masa depan dan mendasarkan pengetatan lebih lanjut pada kemajuan menuju sasaran inflasi. Indeks S&P 500 menguat 1.0% pekan lalu dan imbal hasil UST 10Y relatif stabil di kisaran 4.46%. Data ekonomi yang dirilis adalah penjualan durable goods turun -5.4% di Oktober, lebih dalam dari ekspektasi. US Manufacturing PMI
(Nov P) mengalami penurunan menjadi 49.4 dari bulan sebelumnya 50.0, sementara US Services PMI (Nov P) naik menjadi 50.8 dari bulan sebelumnya 50.6.

 

Pasar saham kawasan Asia bergerak variatif pekan lalu, namun berhasil ditutup positif dengan indeks MSCI Asia Pacific naik 0.37%. Pemerintah China dikabarkan merencanakan stimulus untuk sektor properti yang memasukkan 50 perusahaan swasta dan BUMN ke dalam daftar perusahaan untuk menerima bantuan pendanaan. Sementara itu parlemen China, mendukung perbankan untuk mengakselerasi bantuan bagi pengembang properti untuk menyelesaikan proyek yang terbengkalai dan mencegah gagal bayar lebih lanjut.

 

Di pasar domestik, data neraca transaksi berjalan Q3 menunjukkan perbaikan dari kuartal sebelumnya. Neraca transaksi berjalan mencatat defisit USD900 juta (0.2% dari PDB) di Q3 jauh menurun dibandingkan dengan defisit USD2.2 miliar atau 0.6% dari PDB pada kuartal sebelumnya. Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan pada level 6% sesuai dengan ekspektasi. IHSG ditutup positif 0.46% pekan lalu dengan sektor teknologi mencatat kinerja terbaik sementara sektor material melemah terdalam. Investor asing mencatat pembelian bersih IDR1.2 triliun di pasar saham pekan lalu. Pasar obligasi juga ditutup positif 0.16% pekan lalu dengan imbal hasil SBN 10Y relatif stabil di kisaran 0.66%. 
 


Pekan ini

Pekan ini pasar akan memperhatikan data PCE Amerika Serikat yang dapat memberi informasi data belanja dan pendapatan masyarakat serta kondisi inflasi. Konsensus memperkirakan pertumbuhan belanja dan pendapatan akan melandai ke kisaran 0.2%, serta inflasi PCE juga melandai ke 3.1% YoY.

 

Di kawasan Asia pasar akan memperhatikan data PMI China untuk menganalisis kondisi ekonomi. Diperkirakan data PMI China tetap variatif dengan manufaktur tetap di zona kontraksi dan non-manufaktur di zona ekspansi. Di pasar domestik, inflasi diperkirakan tetap terjaga di kisaran 2.7% YoY.

 

 

 

Unduh Dokumen

 

 

Lihat semua


Pekan ini

Pekan ini pasar akan memperhatikan data PCE Amerika Serikat yang dapat memberi informasi data belanja dan pendapatan masyarakat serta kondisi inflasi. Konsensus memperkirakan pertumbuhan belanja dan pendapatan akan melandai ke kisaran 0.2%, serta inflasi PCE juga melandai ke 3.1% YoY.

 

Di kawasan Asia pasar akan memperhatikan data PMI China untuk menganalisis kondisi ekonomi. Diperkirakan data PMI China tetap variatif dengan manufaktur tetap di zona kontraksi dan non-manufaktur di zona ekspansi. Di pasar domestik, inflasi diperkirakan tetap terjaga di kisaran 2.7% YoY.

 

 

 

Unduh Dokumen

 

 

Confirm