Skip to main content
Back

Dinamika Perkembangan Ekonomi Membayangi Bursa Saham Global

4 Oktober, 2021

Pekan Lalu

Kekhawatiran dampak disrupsi rantai pasokan global, perkembangan pembicaraan anggaran AS, Fed tapering dan ekspektasi meningkatnya inflasi menyebabkan pasar saham AS bergerak fluktuatif, secara keseluruhan S&P 500 menguat 0.51% pekan lalu. Fed Chairman, Jerome Powell, mengatakan kenaikan inflasi bersifat sementara dan akan menurun walaupun disrupsi di rantai pasokan global dapat menyebabkan tekanan inflasi hingga 2022. Kongres AS mencapai kesepakatan anggaran sementara untuk menghindari government shutdown, namun masih harus mencapai kesepakatan terkait debt ceiling yang diperkirakan akan mencapai batasnya di pertengahan Oktober. Data ekonomi AS yang dirilis adalah keyakinan konsumen dari Conference Board (Sep) turun ke 109.3, Jobless Claims (Sep 25) naik ke 362 ribu, PDB (Q2) direvisi naik menjadi 6.7% dari sebelumnya 6.6%. dan ISM Manufacturing (Sep) tumbuh lebih tinggi dibandingkan dengan perkiraan dan bulan sebelumnya sebesar 61.1. Imbal hasil UST 10 tahun naik ke level 1.46% dari penutupan minggu sebelumnya 1.45%. 

Disrupsi rantai pasokan global, perubahan regulasi China dan kenaikan imbal hasil UST membayangi pasar saham Asia, MSCI Asia Pacfic turun 2.91%. China melaporkan data ekonomi yang variatif di mana Industrial Profits (Aug) tumbuh lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya 10.1% YoY, Manufacturing PMI (Sep) turun ke ke 49.6 dari sebelumnya 50.1, sementara Non-manufacturing PMI (Sep) naik ke 53.2 dari sebelumnya 47.5. 

Maraknya aksi crossing di pasar negosiasi menyebabkan tekanan pada data aliran dana keluar oleh asing di mana dalam satu minggu kemarin investor asing membukukan penjualan bersih mingguan senilai IDR11.58 triliun. Selama pekan kemarin IHSG mencatatkan penguatan 1.37%. Seiring dengan pelonggaran PPKM, PMI Manufacturing (Sep) kembali ke zona ekspansi naik ke level 52.2 dari bulan sebelumnya 43.7. Sementara inflasi (Sep) mengalami kontraksi bulanan sebesar 0.04% MoM sehingga laju inflasi tahunan menjadi 1.60% YoY. Imbal hasil obligasi pemerintah IDR tenor 10 tahun naik ke level 6.23% dari penutupan pekan sebelumnya 6.15%.

 

Pekan Ini

Pekan ini pasar akan memperhatikan rilis data tenaga kerja dari AS, di mana Nonfarm Payrolls (Sep) diperkirakan akan menambah 470k pekerjaan baru dan Unemployment Rate (Sep) diperkirakan akan turun ke level 5.1%. 

 

Unduh Dokumen

Lihat semua
Confirm