Skip to main content
Back

Data tenaga kerja AS yang kuat meningkatkan kekhawatiran inflasi

13 Januari 2025


Global
Pasar saham Amerika Serikat melemah setelah data tenaga kerja nonfarm payroll lebih kuat dari ekspektasi pasar. Nonfarm payroll mencatat 256 ribu pekerja baru di Desember, melebihi ekspektasi 165 ribu dan data bulan sebelumnya di 212 ribu. Pasar khawatir sektor tenaga kerja yang kuat dapat memicu inflasi dan membatasi potensi pemangkasan suku bunga The Fed. Ekspektasi pasar terhadap jumlah pemangkasan Fed Funds Rate tahun ini menjadi hanya satu kali dari sebelumnya dua kali. Indeks S&P 500 ditutup turun 1.54% dan imbal hasil UST 10Y naik dari 4.69% ke 4.76%.   

Asia
Pasar saham kawasan Asia relatif melemah menantikan rilis data tenaga kerja AS. Indeks MSCI Asia Pacific ditutup turun 0.87% di mana seluruh sektor mencatat kinerja negatif. Pasar China menjadi salah satu pasar yang underperform, dengan indeks CSI 300 melemah 1.3% di tengah tekanan deflasi yang masih membayangi ekonomi China. Selain itu naiknya imbal hasil UST dan penguatan USD juga menjadi faktor yang menekan pasar Asia. 

Indonesia

Pasar domestik bergerak variatif, di mana indeks saham IDX80 naik 0.33%, sementara indeks BINDO turun 0.03%. Pasar saham mengakhiri pelemahan 4 hari beruntun, sementara pasar obligasi tertekan oleh naiknya imbal hasil UST. Sektor energi menjadi penopang kinerja pasar saham, sementara investor asing mencatat penjualan bersih IDR201 miliar. Imbal hasil SBN 10Y turun dari 7.20% ke 7.18%.

 



Unduh Dokumen

13 Januari 2025


Global
Pasar saham Amerika Serikat melemah setelah data tenaga kerja nonfarm payroll lebih kuat dari ekspektasi pasar. Nonfarm payroll mencatat 256 ribu pekerja baru di Desember, melebihi ekspektasi 165 ribu dan data bulan sebelumnya di 212 ribu. Pasar khawatir sektor tenaga kerja yang kuat dapat memicu inflasi dan membatasi potensi pemangkasan suku bunga The Fed. Ekspektasi pasar terhadap jumlah pemangkasan Fed Funds Rate tahun ini menjadi hanya satu kali dari sebelumnya dua kali. Indeks S&P 500 ditutup turun 1.54% dan imbal hasil UST 10Y naik dari 4.69% ke 4.76%.   

Asia
Pasar saham kawasan Asia relatif melemah menantikan rilis data tenaga kerja AS. Indeks MSCI Asia Pacific ditutup turun 0.87% di mana seluruh sektor mencatat kinerja negatif. Pasar China menjadi salah satu pasar yang underperform, dengan indeks CSI 300 melemah 1.3% di tengah tekanan deflasi yang masih membayangi ekonomi China. Selain itu naiknya imbal hasil UST dan penguatan USD juga menjadi faktor yang menekan pasar Asia. 

Indonesia

Pasar domestik bergerak variatif, di mana indeks saham IDX80 naik 0.33%, sementara indeks BINDO turun 0.03%. Pasar saham mengakhiri pelemahan 4 hari beruntun, sementara pasar obligasi tertekan oleh naiknya imbal hasil UST. Sektor energi menjadi penopang kinerja pasar saham, sementara investor asing mencatat penjualan bersih IDR201 miliar. Imbal hasil SBN 10Y turun dari 7.20% ke 7.18%.

 



Unduh Dokumen

  • IWH: Akselerasi pertumbuhan ekonomi AS mengangkat sentimen pasar

    Investment Weekly Highlights

    Baca selengkapnya
  • Seeking Alpha Desember 2025: Meneropong potensi pasar finansial 2026

    Seeking Alpha

    Baca selengkapnya
  • IWH: Menunggu Rapat Bank Indonesia

    Investment Weekly Highlights

    Baca selengkapnya
Lihat semua
Informasi libur

Menyambut Tahun Baru 2026, kantor kami tidak beroperasi pada 31 Desember 2025 s.d. 1 Januari 2026 dan akan kembali beroperasi pada 2 Januari 2026. Selengkapnya

View more
Siaran Pers

Manulife Wealth & Asset Management Akuisisi Schroders Indonesia. Selengkapnya.

View more
Informasi libur

Menyambut Tahun Baru 2026, kantor kami tidak beroperasi pada 31 Desember 2025 s.d. 1 Januari 2026 dan akan kembali beroperasi pada 2 Januari 2026. Selengkapnya

View more
Siaran Pers

Manulife Wealth & Asset Management Akuisisi Schroders Indonesia. Selengkapnya.

View more