5 Desember, 2022
Global – Bursa saham Amerika Serikat ditutup variatif setelah data tenaga kerja AS yang kuat memicu ekspektasi The Fed mungkin perlu tetap agresif untuk menjinakkan inflasi; S&P 500 turun 0.12%, Dow Jones naik 0.10% sementara Nasdaq turun 0.18%. Optimisme bank sentral akan memperlambat laju kenaikan suku bunga terpukul di hari Jumat setelah laporan Nonfarm Payrolls (Nov) menunjukkan AS menambahkan 263 ribu pekerjaan, lebih tinggi dibandingkan dengan perkiraan 200 ribu. Unemployment Rate (Nov) bertahan di level 3.7% dan Average Hourly Earnings (Nov) tumbuh 5.1% YoY lebih tinggi dibandingkan estimasi dan bulan sebelumnya. Imbal hasil UST 10 tahun turun ke level 3.48%.
Asia – Bursa saham Asia melemah karena investor menjual beberapa posisinya menjelang laporan tenaga kerja AS, MSCI Asia Pacific turun 0.87%. Sektor energy dan utilities memimpin pelemahan pasar saham.
Indonesia – IHSG turun 0.02% sementara BINDO menguat 0.22%. Berakhirnya periode lock-up GOTO memicu aksi jual, secara keseluruhan investor asing di pasar saham membukukan penjualan bersih senilai IDR1.64 triliun. Imbal hasil obligasi pemerintah IDR tenor 10 tahun turun ke level 6.85%.

*Menggunakan data penutupan 1 Desember 2022
Catatan: Penulisan angka pada publikasi ini menggunakan format Bahasa Inggris. Sumber: Bloomberg.
IWH: Mahkamah Agung AS putuskan tarif Trump ilegal
Investment Weekly Highlights
Monthly Market Review Januari 2026
Monthly Market Review
Seeking Alpha Februari 2026: Wake up call untuk pasar saham Indonesia
Seeking Alpha

*Menggunakan data penutupan 1 Desember 2022
Catatan: Penulisan angka pada publikasi ini menggunakan format Bahasa Inggris. Sumber: Bloomberg.