Skip to main content
Back

Data PCE Amerika sesuai ekspektasi pasar

1 Maret, 2024

 

Global

Pasar saham Amerika Serikat menguat setelah data inflasi PCE - yang merupakan acuan inflasi bagi The Fed - sesuai dengan harapan pasar. PCE tahunan turun ke 2.4% YoY di Januari dari sebelumnya 2.6%, dan PCE inti turun ke 2.8% YoY dari sebelumnya 2.9%. Di sisi lain, data PCE bulanan berada di level 0.3% MoM yang tingkat disetahunkannya relatif lebih tinggi dari target tahunan 2% The Fed. Data ini menjadi validasi bagi The Fed untuk tidak buru-buru memangkas suku bunga, menantikan data yang lebih konsisten mengarah ke level 2%. Indeks S&P 500 ditutup naik 0.52% mencetak rekor tertinggi baru, dan imbal hasil UST 10Y turun ke 4.25% dari sebelumnya 4.26%.        

 

Asia

Indeks saham kawasan Asia mencatat kinerja positif didukung penguatan pasar saham China yang rebound di Februari seiring dengan kebijakan pemerintah untuk menopang pasar saham. Indeks Shanghai Composite ditutup menguat 1.94%. Sementara itu indeks saham Asia lainnya relatif flat menantikan data PCE Amerika Serikat. Secara keseluruhan indeks MSCI Asia Pacific ditutup positif 0.50%.   

 

Indonesia

Pasar Indonesia relatif melemah di mana indeks saham IDX80 turun 0.41% dan indeks obligasi BINDO turun 0.01%. Investor asing mencatat penjualan bersih IDR640 miliar di pasar saham. Imbal hasil SBN 10Y relatif stabil di 6.60%. Data ekonomi yang dirilis adalah PMI manufaktur Februari yang tetap di zona ekspansi 52.7.

 



Unduh Dokumen



1 Maret, 2024

 

Global

Pasar saham Amerika Serikat menguat setelah data inflasi PCE - yang merupakan acuan inflasi bagi The Fed - sesuai dengan harapan pasar. PCE tahunan turun ke 2.4% YoY di Januari dari sebelumnya 2.6%, dan PCE inti turun ke 2.8% YoY dari sebelumnya 2.9%. Di sisi lain, data PCE bulanan berada di level 0.3% MoM yang tingkat disetahunkannya relatif lebih tinggi dari target tahunan 2% The Fed. Data ini menjadi validasi bagi The Fed untuk tidak buru-buru memangkas suku bunga, menantikan data yang lebih konsisten mengarah ke level 2%. Indeks S&P 500 ditutup naik 0.52% mencetak rekor tertinggi baru, dan imbal hasil UST 10Y turun ke 4.25% dari sebelumnya 4.26%.        

 

Asia

Indeks saham kawasan Asia mencatat kinerja positif didukung penguatan pasar saham China yang rebound di Februari seiring dengan kebijakan pemerintah untuk menopang pasar saham. Indeks Shanghai Composite ditutup menguat 1.94%. Sementara itu indeks saham Asia lainnya relatif flat menantikan data PCE Amerika Serikat. Secara keseluruhan indeks MSCI Asia Pacific ditutup positif 0.50%.   

 

Indonesia

Pasar Indonesia relatif melemah di mana indeks saham IDX80 turun 0.41% dan indeks obligasi BINDO turun 0.01%. Investor asing mencatat penjualan bersih IDR640 miliar di pasar saham. Imbal hasil SBN 10Y relatif stabil di 6.60%. Data ekonomi yang dirilis adalah PMI manufaktur Februari yang tetap di zona ekspansi 52.7.

 



Unduh Dokumen



  • IWH: Akselerasi pertumbuhan ekonomi AS mengangkat sentimen pasar

    Investment Weekly Highlights

    Baca selengkapnya
  • Seeking Alpha Desember 2025: Meneropong potensi pasar finansial 2026

    Seeking Alpha

    Baca selengkapnya
  • IWH: Menunggu Rapat Bank Indonesia

    Investment Weekly Highlights

    Baca selengkapnya
Lihat semua
Informasi libur

Menyambut Tahun Baru 2026, kantor kami tidak beroperasi pada 31 Desember 2025 s.d. 1 Januari 2026 dan akan kembali beroperasi pada 2 Januari 2026. Selengkapnya

View more
Siaran Pers

Manulife Wealth & Asset Management Akuisisi Schroders Indonesia. Selengkapnya.

View more
Informasi libur

Menyambut Tahun Baru 2026, kantor kami tidak beroperasi pada 31 Desember 2025 s.d. 1 Januari 2026 dan akan kembali beroperasi pada 2 Januari 2026. Selengkapnya

View more
Siaran Pers

Manulife Wealth & Asset Management Akuisisi Schroders Indonesia. Selengkapnya.

View more