Skip to main content
Back

Data Domestik Mendukung Sentimen Pasar

22 November, 2021

Pekan Lalu

Pasar saham Amerika Serikat bergerak variatif pekan lalu di tengah berbagai sentimen pasar. Presiden Joe Biden menandatangani UU Infrastruktur yang memastikan berlakunya anggaran infrastruktur senilai USD1.2 Triliun di mana jumlah ini merupakan investasi infrastruktur terbesar dalam beberapa dekade terakhir. Selain itu pasar juga merespon positif data penjualan ritel Amerika yang tumbuh 1.7% MoM lebih tinggi dibandingkan perkiraan 1.4%. Di sisi lain, kekhawatiran inflasi membayangi pasar, setelah Target dan Walmart menyatakan bahwa biaya produksi naik lebih cepat dibandingkan dengan harga barang. Memasuki akhir pekan, kekhawatiran COVID-19 juga kembali membayangi pasar setelah Austria dikabarkan akan melakukan lockdown karena kasus COVID-19 yang meningkat. Jerman juga dikabarkan mempertimbangkan melakukan lockdown kembali. Indeks S&P 500 ditutup naik 0.32% pekan lalu dan imbal hasil UST 10Y fluktuatif di rentang 1.54% hingga 1.63%.

Pasar saham kawasan Asia juga bergerak variatif pekan lalu. Di awal pekan pasar merespon positif data ekonomi China yang mencatatkan kinerja lebih baik dibandingkan perkiraan, di mana Retail Sales (Oct) tumbuh 4.9% YoY sementara Industrial Production (Oct) tumbuh 3.5% YoY. Angka yang lebih baik dibandingkan perkiraan ini menopang sentimen setelah momentum ekonomi melemah pada paruh kedua di tahun ini. Di sisi lain, kekahwatiran inflasi di Amerika Serikat menekan sentimen pasar Asia memasuki akhir pekan, sehingga indeks MSCI Asia Pacific ditutup turun 0.35% pekan lalu.

Berlawanan dengan kinerja pasar global, pasar Indonesia bergerak positif pekan lalu didukung oleh data ekonomi domestik yang positif. Neraca Perdagangan Oktober mencatatkan surplus lebih baik dibandingkan perkiraan sebesar USD5.74 miliar di mana ekspor tumbuh 55.35% YoY, sementara impor tumbuh 51.06% YoY. Dengan kinerja ekspor yang kuat sepanjang Q3-2021, transaksi berjalan mencatat surplus USD4.5 miliar (1.5% dari PDB). Bank Indonesia mempertahankan suku bunga di 3.50% untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan mendukung pemulihan ekonomi. IHSG menguat 1.04% pekan lalu mencetak rekor penutupan tertinggi, sementara investor asing mencatat penjualan bersih IDR2.4 triliun. Pasar obligasi ditutup naik 0.25% pekan lalu, dengan imbal hasil obligasi pemerintah 10Y stabil pada 6.03%.

 

 

Pekan Ini

Pekan ini pasar akan menantikan keputusan Presiden Biden untuk Chair The Fed. Kandidat saat ini adalah Jerome Powell yang merupakan Chair saat ini dan Lael Brainard. Pasar memandang kedua kandidat ini memiliki pandangan yang mirip sehingga perubahan Chair diperkirakan tidak akan memberi dampak besar ke pasar.

Sementara itu pasar juga akan memperhatikan data inflasi PCE Amerika, di mana konsensus memperkirakan PCE naik ke 5.1% YoY dari sebelumnya 4.4%.

 

Unduh Dokumen

  • IDB: Fed memberi sinyal penundaan penurunan suku bunga

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
  • Investment note: Tensi geopolitik Timur Tengah terkini

    Baca selengkapnya
  • IDB: Eskalasi konflik geopolitik & data ekonomi AS yang kuat membayangi pasar finansial global

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
Lihat semua

Waspada modus penipuan mengatasnamakan MAMI. Selengkapnya

View more

Waspada modus penipuan mengatasnamakan MAMI. Selengkapnya

View more
Confirm