Skip to main content
Back

Data, data di mana-mana: Tiga menit tentang makro

5 Juli, 2023

 

Frances Donald, Global Chief Economist and Strategist, Multi-Asset Solutions Team.

Manulife Investment Management.

 

"Data" menjadi kata utama kita di bulan ini. Meskipun perekonomian AS secara mengejutkan menunjukkan tanda-tanda resiliensi, indikator utama kami tetap membuat kami yakin bahwa resesi masih akan terjadi. Sementara itu, kami tidak yakin bahwa angka tingkat pengangguran yang kuat dapat mendeskripsikan secara akurat kondisi bursa tenaga kerja saat ini (dan di masa depan). Dan akhirnya, sejauh ini Indeks S&P 500 tampak kuat di tahun ini, tapi kami coba menyelami seberapa besar kinerja yang baik tersebut dipengaruhi oleh tren penggunaan AI (Artificial Intelligence).

 

 


Resesi masih dapat terjadi

Narasi mengenai 'soft landing' menjadi ramai dibicarakan setelah beberapa data menyangkut sektor perumahan di AS memberikan kejutan, serta resesi yang selama ini diperkirakan akan terjadi masih belum juga terwujud walaupun banyak pihak selama berbulan-bulan telah menyoroti risikonya. Walaupun memang lebih menarik untuk berhenti membahas mengenai resesi, kami masih merasa kurang nyaman untuk tidak mengacuhkan risiko downside signifikan yang tengah dihadapi perekonomian AS. Kami masih memperkirakan bahwa resesi AS akan dimulai pada paruh kedua 2023, dan kami memiliki keyakinan penuh terhadap outlook tersebut.
 

Keyakinan kami tersebut didasari oleh data: sejumlah lampu indikator utama kami terus berkedip merah. Memang kapan tepatnya resesi akan terjadi (apakah akan dimulai pada Q3 2023? Q4? Atau bahkan Q1 2024?) membutuhkan interpretasi subyektif. Dan resesi ini kemungkinan akan memiliki karakteristik yang berbeda dengan yang pernah terjadi di masa lalu – kurangnya tenaga kerja yang terjadi secara persisten mungkin akan berarti bahwa angka pengangguran akan meningkat tidak sebesar di masa lalu. Namun prakiraan kami didukung oleh data dan model, dan meskipun headline saat ini menunjukkan hal yang berbeda, data yang kami miliki menunjukkan satu hal yang pasti: risiko terjadinya resesi terus meningkat.

 

Banyak sinyal berwarna merah

Indikator perekonomian AS

Sumber: Manulife Investment Management, per 28 Juni 2023. Warna merah menunjukkan sinyal negatif yang jelas, kuning menunjukkan sinyal memburuk, dan hijau menunjukkan sinyal yang masih kuat. C&I mengacu pada Commercial and Industrial (komersial dan industri). ISM mengacu pada Institute for Supply Management.

 

Seberapa ketatkah sebenarnya kondisi sektor tenaga kerja?

Kami sangat percaya pada perubahan-perubahan struktural yang memiliki dampak pada perekonomian global baik pada sisi pertumbuhan maupun inflasi. Sebagai contoh, kami tetap percaya bahwa faktor-faktor yang mendorong terjadinya inflasi terus berubah dan semakin berada pada sisi pasokan serta bersifat global dalam artian bahwa faktor-faktor tersebut akan tetap mempertahankan harga-harga di level yang tinggi bila dibandingkan dengan periode setelah terjadinya krisis finansial global. Kami juga selalu tegas mengatakan bahwa berkurangnya tenaga kerja secara signifikan di AS adalah sebuah perubahan yang sangat penting dibandingkan saat sebelum pandemi COVID-19. Angka pengangguran yang berada di level 3,6%1 adalah yang terendah sejak awal 1970an – bagaimana mungkin perekonomian AS bisa berada dalam bahaya kalau semua orang yang ingin bekerja memiliki pekerjaan? Menurut pandangan kami, menjadi semakin penting untuk melihat alat ukur alternatif mengenai kelemahan pasar tenaga kerja. Bila perusahaan-perusahaan kesulitan mendapatkan tenaga kerja, kami memperkirakan semakin besarnya keengganan untuk menutup lapangan kerja sepenuhnya.
 

Lalu bagaimana perusahaan-perusahaan akan bersikap dalam menghadapi kelemahan ekonomi? Salah satu caranya mungkin dengan mempertahankan pekerja namun mengurangi jam kerjanya. Memang total jam kerja di dalam perekonomian saat ini telah kembali ke level sebelum pandemi COVID-19, yang berarti bahwa meskipun angka pekerjaan tinggi, namun 'yang harus dikerjakan' terus menurun. Seiring dengan semakin dekatnya resesi, kami memperkirakan bahwa banyak orang Amerika yang akan tetap bekerja, namun kami tidak akan lagi menggunakan poin data tersebut sebagai indikator terbaik mengenai kekuatan ekonomi. 

 

Pasar tenaga kerja AS menunjukkan celah

Jam kerja dan klaim pengangguran awal, Amerika Serikat

 

Sumber: Manulife Investment Management, per 29 Juni 2023. YoY adalah singkatan dari year-over-year. Warna abu-abu menggambarkan resesi AS.

 

Bagaimana AI memengaruhi cara kita memandang kondisi makro

Meskipun pasar saham AS telah memperoleh kembali hampir seluruh kerugian yang dialaminya di 2022, hal ini tidak ada kaitannya dengan optimisme mengenai pertumbuhan – memang, dari sudut pandang investor, tidak ada yang bisa disukai dari kondisi stagflasi serta sikap hawkish U.S Federal Reserve (The Fed). Menurut pandangan kami, pasar ekuitas yang tampak semringah itu sebagian besar disebabkan oleh saham perusahaan teknologi berkapitalisasi besar yang mengalami lonjakan akibat gairah seputar teknologi AI. 
 

Mari kita bahas mengapa hal tersebut menjadi penting:
 

  • Saham tetap terpengaruh risiko resesi: Indeks S&P 500 dengan tidak mengikut sertakan 10 saham perusahaan AI teratas hanya naik 1,2% year to date sekalipun S&P secara keseluruhan naik lebih dari 14%. Atau mari kita lihat small-cap S&P 600, yang turun ~15% sejak Januari 2022 dan ~7% sejak angka tertingginya di Februari lalu.2 Hal tersebut sama sekali tidak menggambarkan sebuah euforia mengenai pertumbuhan. Lonjakan yang terjadi karena tren AI ini juga menimbulkan masalah menyangkut konsentrasi pasar: bila tren AI ini mulai menurun, hal apa lagi yang akan menopang pergerakan harga saham di tengah kondisi pertumbuhan yang rendah dan inflasi yang tinggi? Kami kesulitan untuk melihat hal ini dan kami tidak yakin berapa lama lagi kita dapat tetap mengandalkan tren AI tersebut.

  • Tren sekuler menggerakkan pasar: Ini adalah poin yang terus-menerus kami tekankan selagi kami terus menyelami lebih banyak konsep tematis di tahun ini. Dalam hal ini, tema jangka panjang dengan gambaran yang besar membawa lebih banyak pendekatan historis terhadap market views.

  • Waspada terhadap gelembung: Beberapa data menunjukkan bahwa saham AI resilien ditinjau dari potensi transformatifnya (serta ketergantungannya pada perangkat lunak, yang membantunya bertahan dari volatilitas pasar). Sebagai contoh, saham Nvidia naik 180% tahun ini, namun ekspektasi earning nya juga naik hampir dua kali lipat, yang menjustifikasi harganya. Namun bagi yang lain, kehebohan ini terasa seperti awal dari tulip mania ataupun dot-com bubble. Mari kita lihat dari sisi ini: The Fed – yang kita tahu tidak menyukai hal-hal yang 'eksesif' dan, menurut pandangan kami, akan lebih memilih melihat harga aset jatuh – akan merasa kurang nyaman melihat kondisi pasar saat ini beserta hal-hal yang mendorong kondisi tersebut. Siapapun yang memperhitungkan kemungkinan adanya kenaikan suku bunga lagi oleh The Fed akan menyadari bahwa lonjakan harga saham AI tersebut hanya akan mendorong The Fed untuk benar-benar menaikkan suku bunga lagi ke depannya.

  • AI kemungkinan akan semakin mendorong berkurangnya tenaga kerja: Beberapa tahun yang lalu, pertanyaan yang muncul adalah apakah AI akan mengambil alih posisi manusia di dalam lapangan pekerjaan. Tapi kenyataannya saat ini hanya ada 0,6 orang untuk setiap lowongan pekerjaan3, yang merupakan angka kekurangan tenaga kerja paling besar dalam beberapa dekade terakhir. Jadi, di dalam asesmen kami mengenai implikasi AI terhadap prakiraan pertumbuhan dalam jangka panjang, kami lebih cenderung melihat AI sebagai akselerator produktivitas selain sebagai solusi untuk hambatan pertumbuhan yang disebabkan oleh kurangnya individu usia kerja di negara maju daripada masalah ekonomi yang dapat mengurangi hasil.

 

AI mendorong kinerja S&P 500 

Kinerja normal, year-to-date (%)

 

 

Sumber: Manulife Investment Management, per 29 Juni 2023. 10 saham AI teratas di S&P 500 dipilih dari 10 perusahaan terbesar (berdasarkan kapitalisasi pasar) di Indxx Artificial Intelligence & Big Data Index.   

 


 

1 Bloomberg, per 30 Juni 2023

2 Manulife Investment Management, per 29 Juni 2023.

3 Biro Statistik Tenaga Kerja AS, per Mei 2023.

 

  • Investment note: Tensi geopolitik Timur Tengah terkini

    Baca selengkapnya
  • IDB: Eskalasi konflik geopolitik & data ekonomi AS yang kuat membayangi pasar finansial global

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
  • IDB: Kekhawatiran suku bunga & konflik geopolitik membayangi pasar saham global

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
Lihat semua
Confirm