12 September, 2022
Global – Bursa saham Amerika Serikat menguat di akhir pekan menghentikan penurunan dalam empat minggu, dan menutup kinerja mingguan terbaik sejak akhir Juli; S&P 500 naik 1.53%, Dow Jones naik 1.19%, dan Nasdaq naik 2.11%. Penurunan imbal hasil UST mendorong rebound di saham teknologi. Data inflasi China yang lebih rendah dibandingkan ekspektasi turut menguatkan pandangan bahwa ekonomi global telah mencapai puncak inflasi. Pelaku pasar menantikan rilis inflasi AS bulan Agustus yang diperkirakan turun menjadi 8.0% YoY. Imbal hasil UST 10 tahun turun menjadi 3.30%.
Asia – Bursa saham Asia menguat didukung rilis data inflasi China yang lebih rendah dibandingkan ekspektasi, dan meredanya penguatan USD. MSCI Asia Pacific naik 1.45%. Inflasi konsumen, dan produsen China melambat di tengah penurunan harga komoditas, dan lockdown yang menekan pengeluaran masyarakat. CPI (Aug) turun menjadi 2.5% dari bulan sebelumnya 2.7% YoY, sementara PPI (Aug) turun menjadi 2.3% dari bulan sebelumnya 4.2% YoY. Kondisi ini membuka ruang bagi bank sentral untuk mendukung perekonomian lebih lanjut.
Indonesia – IHSG menguat 0.15%, sementara BINDO menguat tipis 0.08%. Investor asing di pasar saham membukukan pembelian bersih senilai IDR996.58 miliar. Imbal hasil obligasi pemerintah IDR tenor 10 tahun turun ke level 7.16%.
*Menggunakan data penutupan 8 September 2022
Catatan: Penulisan angka pada publikasi ini menggunakan format Bahasa Inggris. Sumber: Bloomberg.
IWH: Komunikasi kebijakan Indonesia dan kesepakatan geopolitik AS - Iran menopang pasar
Investment Weekly Highlights
Seeking Alpha Juni 2026: Mencari alpha di Asia Pasifik
Seeking Alpha
Monthly Market Review Mei 2026
Monthly Market Review
*Menggunakan data penutupan 8 September 2022
Catatan: Penulisan angka pada publikasi ini menggunakan format Bahasa Inggris. Sumber: Bloomberg.