Skip to main content
Back

AS semakin menekankan ambisinya terhadap Greenland

19 Januari 2026


Pasar saham Amerika Serikat bergerak variatif pekan lalu di mana indeks saham kapitalisasi besar S&P 500 melemah -0.38% sementara indeks saham kapitalisasi kecil Russell 2000 menguat +2.04%. Rotasi preferensi investor masih terjadi, dengan aksi diversifikasi dari saham kapitalisasi besar yang telah mencatat kinerja unggul dalam tiga tahun. Pekan lalu pasar dikejutkan oleh kabar pemerintah Federal akan menginvestigasi The Fed dan Fed Chair Powell terkait proyek renovasi kantor pusat The Fed. Pasar mengecam aksi ini, karena dipandang berisiko mengikis independensi The Fed. Sementara itu data inflasi AS memberikan pandangan yang variatif, dengan inflasi konsumen (CPI) stabil di 2.7% YoY di November, namun inflasi produsen (PPI) naik ke 3.0% YoY. Data ini diperkirakan belum akan mengubah postur kebijakan The Fed di rapat Januari ini. Sementara itu di akhir pekan Presiden Trump mengancam akan mengenakan tarif tambahan pada 8 negara anggota NATO hingga AS dapat mencapai kesepakatan untuk akuisisi Greenland. Tarif tambahan 10% efektif 1 Februari, dan akan meningkat hingga 25% di 1 Juni apabila kesepakatan terkait Greenland belum tercapai.

Pasar saham kawasan Asia melanjutkan tren penguatan dengan indeks MSCI Asia Pacific menguat +2.75% pekan lalu. Sektor teknologi menjadi pendorong kinerja pasar, seiring dengan laporan earnings yang positif dari TSMC dan rencana belanja modal yang meningkat dari tahun lalu. Data ini memperkuat optimisme pasar terhadap permintaan AI yang tinggi di tahun ini, TSMC dipandang sebagai acuan permintaan terhadap AI karena posisinya sebagai produsen chip terbesar dunia. Pasar Korea Selatan menjadi salah satu pasar yang mencatat kinerja unggul pekan lalu (indeks Kospi +5.55%), terus menguat mencetak rekor tertinggi sejak tahun baru. Pasar Jepang juga mencatat kinerja kuat pekan lalu didukung ekspektasi pemilu kilat akan memperkuat partai koalisi PM Takaichi yang pro-pertumbuhan. Ekspor China tumbuh lebih kuat dari ekspektasi di Desember, +6.6% YoY, naik dari 5.9% di bulan sebelumnya. Kinerja ekspor China sepanjang 2025 mendukung surplus neraca perdagangan tahunan mencetak rekor USD1.2 triliun di 2025 walau di tengah eskalasi tarif dagang AS. Taiwan mencapai kesepakatan dagang dengan AS, yang menurunkan tarif terhadap Taiwan dari 20% menjadi 15%, sementara Taiwan berkomitmen investasi USD250 miliar di AS.

Pasar saham domestik menguat pekan lalu dengan indeks IDX80 +2.24% dan IHSG +1.55%. Investor asing mencatat pembelian bersih IDR4.2 triliun di pasar saham. Sementara itu indeks obligasi BINDO melemah -0.16% dengan imbal hasil SBN 10Y naik dari 6.13% ke 6.24%. Lelang sukuk negara (SBSN) perdana tahun ini mendapat minat tinggi dari investor, dengan penawaran mencapai IDR56.26 triliun, naik dari IDR18.85 triliun di lelang terakhir di Desember. Pemerintah meraih dana IDR12 triliun dalam lelang tersebut. Pekan ini pasar akan memperhatikan Rapat Bank Indonesia di Rabu 21 Januari, dengan konsensus memperkirakan BI Rate tetap di 4.75%.

 

 

Unduh Dokumen

 

 

Lihat semua

 

 

Unduh Dokumen

 

 

Siaran Pers

Manulife Wealth & Asset Management Akuisisi Schroders Indonesia. Selengkapnya.

View more
Siaran Pers

Manulife Wealth & Asset Management Akuisisi Schroders Indonesia. Selengkapnya.

View more