Skip to main content
Back

Antusiasme AI menopang kinerja pasar global

3 Oktober 2025


Global

Pasar saham Amerika Serikat kembali mencetak kinerja positif, mengesampingkan sentimen government shutdown. Indeks S&P 500 ditutup naik +0.06% didukung oleh sektor teknologi seiring dengan kuatnya antusiasme pasar terhadap AI. Sentimen pasar di Ai juga didukung oleh penjualan saham OpenAI ke investor strategis yang mendorong valuasi perusahaan ke USD500 miliar, menjadikannya start-up terbesar di dunia. Sementara itu government shutdown AS berpotensi mempengaruhi rilis data ekonomi AS karena biro statistik yang terpengaruh oleh shutdown. Data nonfarm payroll AS, yang dapat memberi informasi tambahan terkait sektor tenaga kerja sebelum rapat FOMC di akhir bulan ini, kemungkinan tidak akan dirilis imbas dari shutdown.

Asia
Penguatan sektor teknologi AS juga mendorong kinerja saham sektor teknologi Asia. Indeks MSCI Asia Pacific ditutup +0.84% dengan sektor teknologi mencatat penguatan tertinggi. Pasar Korea Selatan mencatat kinerja unggul (indeks Kospi +2.7%) didukung penguatan saham Samsung Electronics dan SK Hynix yang mencapai kesepakatan dengan OpenAI untuk memasok chip. Pasar Hong Kong juga mencatat kinerja unggul (indeks Hang Seng +1.61%) di perdagangan pertama setelah libur, didukung penguatan saham teknologi.

Indonesia
Pasar saham domestik mencatat kinerja positif dengan indeks IDX80 +0.14%, walau investor asing mencatat penjualan bersih IDR1.4 triliun. Indeks obligasi BINDO juga menguat +0.11% dengan imbal hasil SBN 10Y stabil di 6.33%. Sentimen pasar didukung oleh perbaikan nilai tukar Rupiah yang menguat +0.13% terhadap USD ke level 16588.





Unduh Dokumen

3 Oktober 2025


Global

Pasar saham Amerika Serikat kembali mencetak kinerja positif, mengesampingkan sentimen government shutdown. Indeks S&P 500 ditutup naik +0.06% didukung oleh sektor teknologi seiring dengan kuatnya antusiasme pasar terhadap AI. Sentimen pasar di Ai juga didukung oleh penjualan saham OpenAI ke investor strategis yang mendorong valuasi perusahaan ke USD500 miliar, menjadikannya start-up terbesar di dunia. Sementara itu government shutdown AS berpotensi mempengaruhi rilis data ekonomi AS karena biro statistik yang terpengaruh oleh shutdown. Data nonfarm payroll AS, yang dapat memberi informasi tambahan terkait sektor tenaga kerja sebelum rapat FOMC di akhir bulan ini, kemungkinan tidak akan dirilis imbas dari shutdown.

Asia
Penguatan sektor teknologi AS juga mendorong kinerja saham sektor teknologi Asia. Indeks MSCI Asia Pacific ditutup +0.84% dengan sektor teknologi mencatat penguatan tertinggi. Pasar Korea Selatan mencatat kinerja unggul (indeks Kospi +2.7%) didukung penguatan saham Samsung Electronics dan SK Hynix yang mencapai kesepakatan dengan OpenAI untuk memasok chip. Pasar Hong Kong juga mencatat kinerja unggul (indeks Hang Seng +1.61%) di perdagangan pertama setelah libur, didukung penguatan saham teknologi.

Indonesia
Pasar saham domestik mencatat kinerja positif dengan indeks IDX80 +0.14%, walau investor asing mencatat penjualan bersih IDR1.4 triliun. Indeks obligasi BINDO juga menguat +0.11% dengan imbal hasil SBN 10Y stabil di 6.33%. Sentimen pasar didukung oleh perbaikan nilai tukar Rupiah yang menguat +0.13% terhadap USD ke level 16588.





Unduh Dokumen

  • IWH: BI fokus menjaga Rupiah dan pemerintah bentuk BUMN sentralisasi ekspor

    Investment Weekly Highlights

    Baca selengkapnya
  • Seeking Alpha Mei 2026: Mencari keseimbangan pertumbuhan & stabilitas

    Seeking Alpha

    Baca selengkapnya
  • IWH: Meningkatnya kekhawatiran inflasi global

    Investment Weekly Highlights

    Baca selengkapnya
Lihat semua
Informasi libur

Menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 H, kantor kami tidak beroperasi pada 27-28 Mei 2026 dan akan kembali beroperasi pada 29 Mei 2026. Selengkapnya

View more
Siaran Pers

Manulife Wealth & Asset Management Akuisisi Schroders Indonesia. Selengkapnya.

View more