Skip to main content
Back

Artikel edukasi: 

Peran Manajer Investasi: Sains di balik konstruksi portofolio

24 Februari 2026

Ezra Nazula Ridha, Director & Chief Investment Officer, Fixed Income

Di era ketika siapa pun dapat membuka aplikasi investasi, membaca ringkasan pasar, dan membeli saham dalam hitungan menit, muncul pertanyaan yang sering terdengar: Apakah peran manajer investasi masih relevan? Jawabannya: tetap sangat penting. Di balik setiap portofolio profesional terdapat proses terstruktur yang menggabungkan analisis kuantitatif, penilaian kualitatif, dan manajemen risiko - sebuah disiplin yang jauh melampaui pendekatan investor ritel.

Dalam artikel edukasi kali ini, Ezra Nazula, Director & Chief Investment Officer Fixed Income MAMI memaparkan bagaimana manajer investasi bekerja, mengelola dana masyarakat dalam konstruksi portofolio reksa dana.

Di balik layar tim investasi: Bagaimana keputusan diambil

Tim investasi bekerja layaknya laboratorium riset, bukan ruang trading yang bergerak spontan. Setiap keputusan lahir dari diskusi menyeluruh mengenai kondisi makroekonomi, fundamental perusahaan, dinamika lintas‑aset, dan berbagai skenario risiko. Proses dimulai dari sebuah ide investasi, misalnya peluang valuasi, perubahan regulasi, atau tren struktural seperti transisi energi. Ide ini tidak langsung dieksekusi, melainkan diuji melalui debat internal antara analis ekuitas, ekonom, spesialis kredit, dan tim risiko. Tujuannya bukan mencari konsensus cepat, tetapi menguji kekuatan ide dari berbagai perspektif sampai benar‑benar solid. Investor ritel sering kali melewatkan tahap kritis ini, mengandalkan intuisi atau sentimen pasar semata.

Kombinasi analisis kuantitatif + kualitatif = investasi yang disiplin 

"Manajer investasi yang andal selalu menggabungkan data dan penilaian manusia”.

Analisis kuantitatif mencakup model faktor untuk memahami eksposur terhadap gaya investasi (value, growth, momentum), simulasi risiko yang menguji ribuan kondisi makro, screening valuasi berbasis data historis panjang, dan mengoptimalkan portofolio untuk menyeimbangkan risiko dan imbal hasil.

Namun angka saja tidaklah cukup. Analisis kualitatif, dari hasil kunjungan perusahaan, wawancara dengan manajemen, pemahaman industri, hingga intuisi profesional, membantu membaca hal-hal yang tak terbaca oleh model kuantitatif. Sebuah saham mungkin tampak murah di atas kertas, tetapi pengalaman profesional dapat mengungkap risiko tersembunyi yang tidak tercermin dalam data. Kombinasi ilmu data dan kebijaksanaan manusia inilah yang menciptakan keputusan yang konsisten dan terukur.

Bagaimana strategi diversifikasi dijalankan 

Banyak investor ritel memahami teori diversifikasi, tetapi gagal menerapkannya secara efektif. Diversifikasi bukan soal jumlah aset, tetapi soal korelasi. Manajer investasi mendiversifikasi portofolio investasi melalui kelas aset (saham, obligasi, pasar uang, alternatif), geografi (AS, Eropa, Asia Pasifik, negara berkembang atau emerging markets), sektor & tema (misalnya: keuangan, konsumsi, kesehatan, energi terbarukan), faktor risiko (seperti sensitivitas suku bunga, inflasi, siklikal vs defensif) dan maturitas waktu, yaitu memadukan kebutuhan jangka pendek dan tujuan jangka panjang. Selain itu, diversifikasi bersifat dinamis. Ketika korelasi antar sektor meningkat atau risiko tertentu makin dominan, manajer investasi menyesuaikan posisi untuk menjaga stabilitas portofolio. Ini adalah langkah yang sering diabaikan investor individu.

Alat penunjang dan kecakapan yang tak dimiliki investor umum

Industri pengelolaan aset menggunakan perangkat yang jauh lebih canggih daripada aplikasi investasi biasa, antara lain:
 

  • Kebijakan investasi yang menjaga disiplin dan batas risiko.
  • Platform riset dan data eksklusif, lengkap dengan histori puluhan tahun.
  • Mesin simulasi skenario untuk menguji portofolio dalam kondisi ekstrem seperti resesi atau lonjakan suku bunga.
  • Model risiko kredit yang menilai kesehatan keuangan perusahaan secara mendalam.
  • Komite risiko dan dewan investasi yang mengawasi setiap keputusan penting.

 

Ekosistem inilah yang memastikan portofolio tetap tangguh menghadapi volatilitas pasar 


Keunggulan manusia

Manajemen investasi adalah tentang kepercayaan dan stewardship. Manajer investasi bertugas melindungi kekayaan klien dengan perpaduan sains, pengalaman, dan disiplin yang tidak mudah digantikan mesin atau kemampuan satu individu saja. Di tengah banjir informasi dan dinamika pasar yang cepat berubah, merekalah yang siap membantu memberikan arah, ketenangan, dan strategi jangka panjang.

MAMI sendiri memiliki tim investasi yang kuat dengan pengalaman rata-rata 18 tahun di industri finansial. Saat ini MAMI mengelola 37 produk reksa dana termasuk reksa dana dividen, syariah, dan offshore. Yang terbaru, MAMI baru saja meraih penghargaan dari Asia Asset Management sebagai Best Asset Management Company untuk yang ke-10 kalinya dan Best Bond Manager untuk yang ke-3 kalinya.


 

Investasi Reksa Dana Manulife

 





Tentang PT Manulife Aset Manajemen Indonesia

PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) adalah manajer investasi dengan total dana kelolaan terbesar di Indonesia, yaitu Rp124,3 triliun (Desember 2025) dengan pangsa pasar 11,9% (Desember 2025) di antara >90 perusahaan manajer investasi. MAMI telah hadir dan mendampingi langkah dari lebih dari 2 juta investor individu dan institusi (per akhir Desember 2023) selama 27 tahun sejak 1996. MAMI adalah bagian dari Manulife Investment Management dan Manulife Financial Corporation yang berkantor pusat di Toronto, Kanada.

 

Lihat semua

Waspada modus penipuan mengatasnamakan MAMI. Selengkapnya

View more
Siaran Pers

Manulife Wealth & Asset Management Akuisisi Schroders Indonesia. Selengkapnya.

View more

Waspada modus penipuan mengatasnamakan MAMI. Selengkapnya

View more
Siaran Pers

Manulife Wealth & Asset Management Akuisisi Schroders Indonesia. Selengkapnya.

View more